Tips Mulai Baca Al Quran dari Awal
Baitul Quran — Impian banyak umat muslim di seluruh dunia adalah dekat dengan Al-Qur’an. Ada keinginan untuk dapat membawanya, membacanya, dan mengamalkannya di mana pun berada. Satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah bagaimana kita mampu mengajak diri sendiri untuk berani memulai.
Langkah Ringan untuk Dekat dengan Al-Quran
Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia. Manfaatnya akan terasa ketika kita berusaha mendekatinya. Sesuatu yang dicintai akan perlahan hadir bila diupayakan.
1. Menata Niat
Niat yang baik adalah akar dari segala kebaikan. Langkah pertama adalah meluruskan niat dalam memulai hubungan dengan Al-Qur’an. Jika niatnya benar dan usaha sudah maksimal, maka Allah akan menunjukkan jalan menuju kebaikan.
رَسُولُ اللهِ ﷺ قَالَ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. Bukhari & Muslim)
2. Mendengarkan Ceramah
Ruh manusia selalu membutuhkan nasihat. Nasihat terbaik adalah Al-Qur’an, namun mendengarkan penyampaian dari ustadz, kyai, atau para ulama menjadi siraman rohani yang menguatkan hati.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ، وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا
“Sesungguhnya orang-orang beriman, apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, bertambah iman mereka.”
(QS. Al-Anfal: 2)
3. Memiliki Motivasi dan Target Kecil
Manusia senang ketika dapat mencapai sesuatu. Karena itu, buatlah target ringan dan bertahap.
Contohnya:
- membaca Al-Qur’an setiap selesai Maghrib,
- memasang aplikasi Al-Qur’an di gawai,
- mendengarkan murottal sebelum tidur atau saat waktu luang.
Setelah target tercapai, ceklis dan syukuri, karena itu semua merupakan rahmat dari Allah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ، وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
4. Memperbaiki Bacaan dan Memperbarui Tujuan
Kemampuan membaca Al-Qur’an tidak hadir begitu saja. Ia dibentuk dengan latihan dan ketekunan. Makna Al-Qur’an yang istimewa hanya dapat dirasakan ketika kita membacanya dengan benar. Hikmah yang terkandung di dalamnya akan mengalir kepada jiwa yang merindukan-Nya.
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amal yang paling Allah cintai adalah yang dilakukan terus-menerus meski sedikit.”
(HR. Bukhari & Muslim)
5. Mencari Lingkungan yang Menguatkan
Iman manusia sering turun karena kesibukan dunia. Karena itu, penting memiliki lingkungan dan teman yang mau saling mengingatkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pun memiliki sahabat-sahabat yang menjadi penguat dan pendamping dakwah.
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر
“…yang saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Allah Menyukai Hamba yang Sibuk dengan Al Quran
Pada akhirnya, langkah paling penting adalah berani memulai. Al-Qur’an yang terlalu lama disimpan akan berdebu. Niat yang terlalu lama ditunda akan memudar. Maka diperlukan ikhtiar untuk membiasakan diri akrab dengan Al-Qur’an.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي، أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ
“Barang siapa disibukkan oleh Al-Qur’an dari berdzikir dan berdoa kepada-Ku, maka Aku akan memberinya yang terbaik dari apa yang Aku berikan kepada para pemohon.”
(HR. Tirmidzi – hasan shahih)
Membaca Al-Qur’an bukan tentang mencari waktu luang, tetapi bagaimana kita meluangkan waktu untuk membacanya. Jagalah Al-Qur’an dalam hatimu, maka Allah akan menjadikan Al-Qur’an penjaga hidupmu.
Baarakallahu fiikum
(Irwina)

