Share

Cara Istiqomah di Zaman Digital

DKM DT
Teknologi digital kini menyimpan jejak informasi lebih lama daripada tulisan di kertas. Setiap unggahan, komentar, dan tindakan kita di media sosial dapat menjadi saksi yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, memanfaatkan dunia digital dengan bijak merupakan bagian dari menjaga keistiqomahan.

Sosial Media Bukan Guru, Hanya Pendukung

Media sosial menyediakan banyak konten dakwah yang bermanfaat. Namun perlu dipahami bahwa media sosial bukanlah guru, melainkan pendamping ilmu. Tanpa kehati-hatian, seseorang bisa terkecoh antara ilmu yang benar dan opini yang tidak berdasar. Maka, tetaplah menjadikan guru dan majelis ilmu sebagai rujukan utama.

Mengurangi Hal yang Kurang Bermanfaat

Salah satu cara menjaga istiqomah adalah dengan mengurangi hal-hal yang tidak membawa manfaat dalam penggunaan gawai.

• Mengatur pola scroll.
Batasi waktu penggunaan media sosial dan isi hari dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti hobi, belajar, berbagi ilmu, atau mengikuti kajian.

• Mengurangi konten untuk penilaian manusia.
Hindari konten yang hanya bertujuan mencari validasi. Prioritaskan konten yang bernilai kebaikan.

• Menjadikan story sebagai ladang amal.
Unggah hal-hal yang mengajak pada kebaikan, dakwah, dan motivasi iman.

Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
“Barang siapa mengerjakan kebaikan sekecil apa pun akan melihat balasannya; dan barang siapa mengerjakan kejahatan sekecil apa pun akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Menjadwalkan Ngaji Pekanan

Konten dakwah di internet membantu, tetapi tidak dapat menggantikan adab dan suasana kajian langsung. Allah menunjukkan urutan yang benar dalam menuntut ilmu: disucikan terlebih dahulu, baru kemudian diajarkan.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ…
(QS. Al-Jumu’ah: 2)

Rasulullah ﷺ juga menegaskan:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
(HR. Ahmad)

Karena itu, menjadwalkan kajian pekanan secara langsung sangat membantu menjaga adab dan keteguhan hati.

Menuntut Ilmu dengan Sanad dan Guru yang Jelas

Ilmu sejati hadir melalui guru yang memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah ﷺ. Teknologi mempermudah pencarian guru, namun kebenarannya tetap harus dirujuk kepada mereka yang jelas ilmunya.

Sebagaimana tawadhu-nya Nabi Musa kepada Khidir:

هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ…
(QS. Al-Kahfi: 66)

Melihat rekam jejak guru melalui ceramah digital, lalu menghadiri kajiannya secara langsung, adalah bentuk adab dalam menuntut ilmu di era modern.

Belajar Istiqomah Itu Sulit, tetapi Bukan Mustahil

Istiqomah di zaman digital bukan berarti menjauhi teknologi, tetapi menggunakannya dengan adab dan ilmu. Kurangi konten yang tidak bermanfaat dan tegakkan adab dengan belajar dari guru yang benar.

Semoga Allah menjaga langkah para penuntut ilmu di tengah derasnya informasi dunia digital.

Baarakallahu fiikum
(Irwina)

X