Share

5 Akhlak Santri yang Allah Sukai

PDF DT — Santri adalah istilah bagi penuntut ilmu yang dididik dan ditempa langsung dari kondisi lingkungan. Kualitas santri cerminan dari kondisi kemajuan bangsanya.

Seorang legenda tanah air pernah mengatakan, “Bangsa ini tidak akan besar jika rakyatnya bukan rakyat yang berjiwa besar.”

Sebesar apa pun pengorbanan yang diberikan, sebagai seorang santri haruslah memerhatikan keutamaan adab. Adab lebih tinggi daripada ilmu. Keberkahan ilmu terlihat dari bagaimana seorang pembelajar bersikap wara’ dan memuliakan gurunya.

Dalam suatu kitab yang berjudul Ta’lim Al-Muta’allim oleh Syaikh Burhanuddin Al-Zarnuji dijelaskan tentang sikap yang seharusnya dimiliki dan dilakukan oleh seorang penuntut ilmu. Berikut 5 di antaranya:


1. Ikhlas dalam Menuntut Ilmu

Syaikh Az-Zarnuji menekankan bahwa tujuan menuntut ilmu adalah mencari ridha Allah, bukan hanya ambisi dunia semata.

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niatnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)


2. Bersikap Tawadhu’ dan Menghormati Guru

Dalam kitab disebutkan wajib bagi murid untuk merendah dan beradab kepada gurunya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Dalam sebuah hadis Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang lebih muda, serta tidak mengetahui hak para ulama.”
(HR. Ahmad)


3. Berlatih Sabar dan Tekun dalam Menuntut Ilmu

Ta’lim al-Muta’allim menegaskan bahwa ilmu tidak akan dicapai kecuali dengan kesabaran panjang.

“Wahai orang-orang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaranmu…”
(QS. Ali ‘Imran: 200)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)

Maknanya adalah kemudahan surga bisa digapai dengan istiqomah, bukan sekali belajar lalu berhenti.


4. Menjaga Waktu dan Menjauhi Hal yang Sia-sia

Syaikh Az-Zarnuji mengingatkan murid agar tidak membuang waktu dan tidak mengikuti aktivitas yang melalaikan.

“Demi masa… Sungguh manusia dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”
(QS. Al-‘Asr: 1–3)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat.”
(HR. Tirmidzi)


5. Menjaga Kebersihan dan Kesucian

Ta’lim al-Muta’allim menyarankan santri senantiasa menjaga wudhu, kebersihan pakaian, dan tempat belajar.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kebersihan adalah bagian dari iman.”
(HR. Muslim)


Penutup

Kemuliaan adab akan terlihat dari akhlak atau sikap spontan yang santri berikan. Tentunya dalam bersikap yang sesuai dengan ajaran Islam memerlukan momen untuk mempelajarinya lebih dalam. Sebagai seorang penuntut ilmu dan membawa identitas Islam, santri adalah harapan pejuang Islam di garis terdepan.

Baarakallaahu fiikum

(Irwina)

X