Tips Menata Hati Menuju Haji
KBIHU DT — Sebelum menunaikan ibadah, manusia membutuhkan ketenangan. Setelah menunaikan ibadah juga, manusia mendapatkan ketenangan. Ibadah adalah perjalanan mencari rasa tenang yang Allah berikan. Dan kondisi hati yang baik adalah tanda kesiapan seorang hamba dalam menjumpai Tuhannya.
Tips Ringan Menata Hati Menuju Haji
1. Luruskan Niat Setiap Hari
Mulai dari memeriksa hal terkecil. Niat yang berada dalam hati adalah kunci dari diterimanya suatu ibadah. Maka, sejauh apa pun persiapan dan sebesar apa pun pengorbanan coba diperiksa kembali apa tujuan di sebaliknya. Niat yang baik bukan ingin mencari penilaian dari manusia, tetapi hanya untuk memenuhi panggilan Allah. Lurusnya niat akan menjaga hati dari banyak kegelisahan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Mengamalkan Doa dan Dzikir Pendek
Amalan do’a dan dzikir dapat menjadi pegangan sehari-hari yang semakin mendekatkan diri kepada Allah. Misalnya, dengan membiasakan baca atau mendengarkan dzikir pagi–petang, memperbanyak istighfar, dan sering bersholawat. Kebiasaan tersebut selain dapat mendekatkan diri, juga dapat menyelamatkan dari fitnah dunia dan siksa akhirat. Sebab, manusia akan lebih menjaga sikapnya dengan akhlak yang terlatih berbuat baik yang Allah senangi.
Allah berfirman:
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesempitannya.”
(HR. Abu Dawud)
3. Bangun Hubungan Baik dengan Keluarga
Keluarga adalah tempat belajar dan berlatih mengamalkan kebaikan yang paling dekat. Keluarga yang paling mengetahui kondisi kita di saat naik dan turunnya iman. Dari keluarga juga seorang manusia lahir dan tumbuh di dunia. Pemahaman seorang hamba akan kewajibannya beribadah adalah hasil pengajaran di keluarga.
Maka, cepat selesaikan urusan dengan meminta maaf dan berdiskusi santai serta mohon do’a dari orang tua. Ibadah haji, khususnya, memerlukan waktu dan perjalanan yang panjang. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga hati agar tetap bersih dan membuat ibadah lebih khusyuk.
Allah berfirman:
“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tua.”
(QS. Al-Isra’: 23)
4. Perbaiki Interaksi dengan Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab yang mengandung segala jawaban dari kegelisahan. Ia adalah kunci dari kedekatan manusia kepada tujuannya di akhirat. Mulai dari sekarang, latih untuk baca Al-Qur’an secara rutin, dan atur pola waktu dengan benar. Ibadah yang stabil akan memperkuat mental dan spiritual saat menghadapi ibadah haji yang begitu lama dan berat.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.”
(QS. Al-Isra’: 9)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
(HR. Muslim)
5. Banyak Bersyukur
Hidup adalah tentang bagaimana belajar menanti dan menerima. Setiap kali teringat nikmatnya beribadah, manusia harus mengucapkan Alhamdulillah. Agar kebaikan yang hadir kembali lagi untuk mengagungkan Allah. Dengan rajin bersyukur dapat menenangkan hati dan mengusir kecemasan.
Allah berfirman:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
(QS. Ibrahim: 7)
Baarakallahufiikum
(Irwina)

