Lelah di Dunia, Tenang di Surga
Baitul Quran — Lelah adalah bagian dari kehidupan. Namun, kelelahan akan memiliki nilai yang berbeda ketika ia digunakan pada jalan yang diridhai Allah. Setiap peluh, langkah, dan pengorbanan seorang hamba tidak pernah sia-sia selama diniatkan untuk kebaikan.
Ada lelah yang dicintai Allah. Lelah yang kelak berbuah ketenangan di akhirat.
1. Lelah karena belajar dan menuntut ilmu
Terutama menuntut ilmu di lingkungan pesantren—belajar akademik, Al-Qur’an, ilmu agama, hingga ilmu kehidupan. Dari proses belajar itulah lahir pribadi yang matang, berilmu, dan bermanfaat.
“Jadilah kamu orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Kitab dan mempelajarinya.”
(QS. Ali Imran: 79)
2. Lelah dalam mencari nafkah
Lelahnya kepala keluarga, pencari nafkah, maupun anak muda yang bekerja dan menimba pengalaman adalah bentuk ikhtiar yang mulia. Selama niatnya lurus, Allah menjanjikan keberkahan.
“Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah…”
(QS. Al-Jumu’ah: 10)
3. Lelah dalam ibadah dan amal shalih
Ibadah bukan sekadar rutinitas, tetapi perjuangan menjaga keistiqamahan. Setiap kesungguhan akan Allah balas dengan petunjuk dan kebaikan.
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-Ankabut: 69)
4. Lelah berjihad di jalan Allah
Jihad tidak selalu identik dengan peperangan. Ia hadir dalam perjuangan belajar, bekerja, mendidik anak, menjaga amanah, dan bertahan di jalan ketaatan.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan surga…”
(QS. At-Taubah: 111)
5. Lelah dalam mengurus keluarga
Mengasuh, mendidik, dan menjaga keluarga adalah amanah besar. Keluarga menjadi ladang amal yang luas, terutama saat mereka membutuhkan kehadiran dan perhatian kita.
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”
(QS. At-Tahrim: 6)
Penutup
Lelah adalah tanda bahwa seorang hamba sedang mengisi waktunya dengan hal yang bermanfaat. Bukti bahwa hidupnya bergerak menuju kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”
(HR. Muslim)
Maka jangan takut lelah di dunia. Istirahat yang sesungguhnya bukan di sini, melainkan di surga yang kekal.
Baarakallahu fiikum.
(Irwina)

