Merdeka Belajar: Menjadi Pribadi Tegar di Tengah Tantangan Zaman
PKBM DT — Kelelahan dalam proses belajar adalah sesuatu yang sangat wajar. Setiap perubahan besar dalam diri manusia selalu menuntut energi, fokus, dan kesabaran. Belajar bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi proses pembentukan karakter yang sering kali menguji keteguhan hati.
Ulama besar Imam Syafi‘i رحمه الله pernah memberikan nasihat yang begitu dalam maknanya:
“Barang siapa tidak mau merasakan pahitnya belajar walau sesaat, maka ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.”
Nasihat ini menyadarkan bahwa lelah dalam belajar jauh lebih mulia daripada kenyamanan dalam kebodohan. Proses yang terasa berat hari ini justru menjadi penolong di masa depan.
Belajar di Era Teknologi: Peluang Sekaligus Ujian
Di era digital yang serba cepat, belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas atau buku cetak. Teknologi membuka akses ilmu tanpa batas—kapan saja dan di mana saja. Hal ini menjadi peluang besar bagi siapa pun yang ingin memperluas wawasan, meningkatkan kualitas diri, serta menambah amal kebaikan yang diridhai Allah.
Namun di sisi lain, kemudahan ini juga membawa tantangan. Tidak semua konten mendidik, dan tidak semua yang viral membawa manfaat. Arus informasi yang tidak terkontrol dapat menyeret seseorang pada kelalaian, bahkan menjauhkan dari nilai-nilai kebaikan.
Di sinilah makna merdeka belajar diuji. Merdeka belajar bukan hanya bebas mengakses ilmu, tetapi mampu mengendalikan diri, memilih yang bermanfaat, dan meninggalkan hal yang merusak jiwa dan waktu.
Kemudahan Tidak Selalu Membuat Kuat
Tabiat manusia cenderung menyukai kemudahan. Ketika segala sesuatu terasa instan, seseorang mudah terjebak dalam zona nyaman. Padahal, kenyamanan yang berlebihan sering kali menghentikan pertumbuhan.
Belajar justru melatih ketegaran, karena tidak semua ilmu diperoleh dengan cara yang ringan. Dari proses belajar yang sungguh-sungguh, seseorang akan mendapatkan banyak manfaat, di antaranya:
- Lebih sabar dalam menjalani proses
- Lebih kuat menghadapi kesulitan
- Lebih terbuka terhadap perubahan
- Lebih mampu mengelola diri dan merencanakan masa depan
Dari rasa lelah itulah, karakter terbentuk. Dari perjuangan yang panjang, lahir pribadi yang dewasa, tangguh, dan bertanggung jawab.
Makna Sejati Merdeka Belajar
Kemerdekaan belajar bukan sekadar kebebasan memilih apa yang ingin dipelajari, tetapi juga keberanian untuk berproses, kesediaan menghadapi tantangan, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Belajar adalah perjalanan seumur hidup. Selama seseorang ingin menjadi pribadi yang lebih baik, selama itu pula semangat menuntut ilmu harus dijaga—meski lelah, meski tertatih.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan langkah kita dalam menempuh jalan ilmu, dan menjadikan setiap lelah dalam belajar sebagai ladang pahala yang berlipat.
Baarakallahu fiikum.
(Irwina)

