Sinergi Pendidikan Keluarga dan Santri dalam Dua Kegiatan Baitul Quran DT
Pada Ahad, 8 Februari 2026, Baitul Quran Daarut Tauhiid menyelenggarakan dua agenda pembinaan secara terpisah namun saling terhubung dalam satu visi besar: menumbuhkan pendidikan berbasis cinta, ilmu, dan keteladanan. Kegiatan pertama berupa Kajian Bulanan Parenting untuk Orangtua/Wali yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, sementara kegiatan kedua adalah Sharing Session Kemuslimahan untuk santri STQ Mukim Akhwat yang berlangsung secara luring di lingkungan asrama.
Kajian parenting bulanan mengangkat tema “Mendidik dengan Cinta: Meneladani Tarbiyah Nabawiyah dalam Pendidikan Anak” bersama Ustadz Hodam Wijaya, S.Pd.I., MPP. Kajian ini dihadirkan sebagai ruang refleksi bagi Ayah dan Bunda di tengah kesibukan mendampingi tumbuh kembang Ananda, agar proses pendidikan yang dijalani senantiasa berlandaskan cinta, kelembutan, dan keteladanan sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ. Melalui kajian ini, orangtua diajak menyadari bahwa kehadiran, doa, dan ilmu yang terus diperbarui adalah ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi Qurani yang bertauhiid dan berakhlak mulia.

Di waktu yang sama, santri STQ Mukim Akhwat Baitul Quran DT Bandung mengikuti Sharing Session – Empowering Muslimah dengan tema “Fitrah Perempuan Muslimah di Dunia Dapur Keluarga (Home Baking for Self and Family)” bersama Bunda Eky Rahardiani, S.T., Owner De’ Harits Cakes & Foods Karawang. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman bahwa peran muslimah tidak hanya terbangun dari ruang belajar, tetapi juga dari keseharian yang dijalani dengan niat, adab, dan kesadaran akan nilai ibadah—termasuk dari aktivitas rumah tangga yang sering dipandang sederhana.
Dua kegiatan ini menjadi ikhtiar Baitul Quran Daarut Tauhiid dalam membangun ekosistem pendidikan yang utuh: orangtua yang terus belajar mendidik dengan cinta, serta santri yang dipersiapkan memahami perannya secara seimbang dan bermakna. Dari rumah yang dihidupkan dengan ilmu dan keteladanan, serta pribadi muslimah yang menjalani fitrahnya dengan ikhlas, diharapkan lahir generasi Qurani yang kuat iman, mulia akhlaknya, dan siap menapaki kehidupan dengan nilai-nilai Al Quran. [ATS]

