Share

FUN CAMP SPS ECO PESANTREN DT

Bandung, 11–12 Februari 2026 / 23–24 Sya’ban 1447 H. Siang itu, langkah-langkah kecil berlarian memasuki halaman sekolah. Tas besar di punggung, senyum lebar di wajah. Ada yang tak sabar, ada yang penuh rasa ingin tahu. Tapi satu hal sama: mereka siap berpetualang. Fun Camp SPS Eco Pesantren DT di bawah naungan Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia resmi dimulai. Dan sejak detik pertama, suasananya sudah terasa berbeda.

Apel pembukaan menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Tak lama kemudian, energi langsung memuncak saat tantangan Game Pos to Pos dan Flying Fox dimulai. Sorakan semangat terdengar saling bersahutan. Anak-anak bergerak lincah dari satu pos ke pos lainnya, bekerja sama, menyusun strategi, dan menyelesaikan setiap tantangan dengan penuh antusias.

Di wahana flying fox, wajah-wajah tegang berubah menjadi ekspresi puas saat berhasil meluncur dengan percaya diri. Teriakan semangat dari teman-teman menjadi kekuatan tersendiri. Momen itu sederhana, tapi penuh makna: belajar yakin, fokus, dan berani mencoba.

Menjelang sore, suasana beralih menjadi lebih tenang. Anak-anak bersih-bersih, berwudhu, lalu berdiri rapi dalam Shalat Ashar berjamaah. Dari riuhnya permainan, kini hati ditautkan dalam ibadah. Disiplin dan kekhusyukan menjadi pelajaran yang tak kalah penting.

Malam hari menjadi momen paling hangat. Setelah Shalat Magrib, mengaji bersama, dan Shalat Isya, seluruh peserta menikmati makan malam sebelum berkumpul dalam kegiatan Api Unggun. Cahaya api menari di wajah-wajah kecil itu. Ada tawa, ada tepuk tangan, ada kebersamaan yang terasa begitu tulus. Di lingkaran sederhana itu, ukhuwah tumbuh tanpa dibuat-buat.

Ketika malam semakin larut, mereka belajar mandiri. Menata perlengkapan, bersiap tidur, dan beristirahat bersama di aula. Tanpa orang tua di sisi, mereka belajar bertanggung jawab atas diri sendiri, sebuah langkah kecil menuju kemandirian.

Subuh datang bersama udara dingin yang menyegarkan. Meski mata masih berat, mereka bangun, berwudhu, dan melaksanakan Shalat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan tayangan Islami. Pagi semakin semangat dengan olahraga bersama, sarapan, dan kegiatan membereskan perlengkapan sebelum penutupan.

Dua hari itu mungkin singkat. Tapi dampaknya panjang. Fun Camp ini bukan sekadar bermalam di sekolah. Ini adalah ruang tumbuh, ruang belajar mandiri, ruang memperkuat kebersamaan, ruang menanamkan nilai tauhid dengan cara yang menyenangkan dan membahagiakan.

Dan saat penutupan tiba, yang tersisa bukan hanya rasa Lelah, melainkan bangga. Bangga karena sudah mencoba, bangga karena sudah belajar, dan bangga karena sudah bersama. Dua hari yang menyala.
Dua hari yang membentuk cerita.
Dua hari yang akan selalu tinggal di hati.

X