Momen Wisuda PMK Ramadhan & Dauroh Ramadhan di Pesantren Daarut Tauhiid
Pagi yang cerah pada Senin, 9 Maret 2026, menjadi momen yang penuh kebahagiaan di Pesantren Daarut Tauhiid. Sejak pagi, para peserta program, santri, serta panitia sudah berkumpul dengan wajah ceria untuk mengikuti wisuda Program PMK Ramadhan dan Dauroh Ramadhan. Suasana terasa hangat, akrab, dan penuh rasa syukur setelah melewati perjalanan belajar bersama selama program berlangsung.
Acara dibuka dengan sederhana namun khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oeh santri. Lantunan ayat yang terdengar di pagi hari menambah suasana tenang sekaligus menjadi pengingat akan tujuan utama dari program yang telah dijalani bersama.
Dalam sambutannya, Ketua PKBM DT, Ustadz Fredy Rizaldy, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti program dengan penuh kesungguhan. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang didapat selama program dapat terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang menguatkan juga disampaikan oleh Direktur DATAR, Ustadz Dadang Subagja, yang mengajak para peserta untuk terus menjaga semangat belajar dan memperbaiki diri, terutama dalam membangun kedekatan dengan Al-Qur’an.
Suasana semakin hangat ketika perwakilan santri menyampaikan kesan dan pesan mereka. Cerita tentang kebersamaan selama program, proses belajar, serta momen-momen sederhana yang berkesan membuat suasana terasa akrab. Tidak sedikit peserta yang tersenyum ketika kembali mengingat perjalanan yang telah mereka lalui bersama.
Kenangan tersebut semakin terasa hidup ketika video dokumentasi kegiatan ditayangkan. Berbagai potongan momen selama program, mulai dari kegiatan belajar, kebersamaan antar peserta, hingga suasana penuh semangat membuat para peserta kembali mengenang perjalanan mereka selama mengikuti program.
Pada wisuda kali ini, sebanyak 39 peserta mengikuti prosesi kelulusan. Mereka terdiri dari 27 peserta PMK Ramadhan serta 12 peserta Dauroh Ramadhan. Momen pembagian sertifikat dan foto bersama menjadi simbol dari proses belajar dan kebersamaan yang telah dilalui.
Menjelang akhir acara, suasana berubah menjadi lebih haru ketika para peserta saling bersalaman dan berfoto bersama dengan para pembimbing serta panitia. Senyum, doa, dan ucapan terima kasih saling bertukar, menutup kegiatan dengan nuansa kekeluargaan yang begitu terasa.
Menariknya, meskipun program PMK Ramadhan telah resmi berakhir, beberapa Ayah dan Bunda memilih untuk tetap tinggal di pesantren. Mereka ingin melanjutkan perjalanan spiritual dengan mengikuti program i’tikaf, memanfaatkan suasana Ramadhan di lingkungan pesantren untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal ini menjadi bukti bahwa program yang dijalani tidak hanya berhenti pada kegiatan belajar semata, tetapi juga menumbuhkan semangat baru bagi para peserta untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah. Semoga semangat tersebut terus terjaga, bahkan setelah program ini selesai.

