Langkah Kecil Menuju Baitullah: Serunya Manasik Haji Bersama SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid
Cigugur Girang, 22 April 2026 — Pagi itu di area Dome Eco terasa lebih hidup dari biasanya. Sejak pukul 08.15 WIB, satu per satu siswa SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid mulai berdatangan dengan wajah ceria dan penuh semangat. Sebanyak 71 siswa mengikuti kegiatan manasik haji yang digelar sebagai bagian dari pembelajaran bermakna tentang rukun Islam kelima.
Mengusung tema “Langkah Kecil Menuju Baitullah: Serunya Belajar Manasik”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan ibadah haji dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui pendekatan learning by doing, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi langsung terlibat dalam setiap tahapan manasik.
Kegiatan diawali dengan pengkondisian peserta agar siap mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi semakin hidup saat sesi inti dimulai. Dalam simulasi manasik haji, anak-anak diajak mengikuti alur ibadah secara bertahap. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mencoba setiap gerakan dan mengikuti arahan dengan antusias.
Sesekali terdengar tawa riang, namun di sisi lain tampak juga kesungguhan mereka saat berusaha memahami setiap proses. Momen ini menjadi bukti bahwa belajar bisa terasa menyenangkan ketika dilakukan dengan cara yang tepat—aktif, interaktif, dan penuh kebersamaan.

Dokumentasi SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid : Manasik Haji
Keceriaan semakin terasa saat sesi foto bersama. Anak-anak tampak menikmati setiap momen, mengabadikan kebersamaan dengan teman-teman dan guru. Saat waktu istirahat tiba, suasana menjadi lebih santai. Mereka berbagi cerita, bercanda, dan menikmati snack dengan penuh kegembiraan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto per kelas dan pembagian oleh-oleh yang disambut dengan wajah-wajah bahagia. Hal-hal sederhana seperti ini justru menjadi momen yang paling membekas bagi anak-anak.
Lebih dari sekadar mengenalkan tata cara ibadah haji, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan anak dalam mengikuti arahan. Interaksi selama kegiatan pun membantu mereka belajar bekerja sama dan bersosialisasi dengan baik.
Diharapkan, pengalaman ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ibadah serta menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Langkah kecil yang mereka lakukan hari ini menjadi awal dari pemahaman yang lebih besar di masa depan.
Menjelang pukul 11.00 WIB, kegiatan manasik haji pun berakhir. Anak-anak kembali pulang dengan langkah ringan, membawa cerita baru, pengalaman berharga, dan senyum yang masih tersisa.

