Share

Alur Pendaftaran Haji Reguler hingga Keberangkatan

Daftar Sekarang, Berangkat Saat Nomor Porsi Tiba

Menunaikan ibadah haji merupakan impian banyak umat Islam. Namun, sebelum sampai pada hari keberangkatan menuju Tanah Suci, calon jemaah perlu melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran hingga persiapan keberangkatan.

Tidak sedikit calon jemaah yang masih bertanya, bagaimana sebenarnya proses pendaftaran haji reguler? Berikut gambaran tahapan pendaftaran haji reguler hingga keberangkatan.

1. Membuka Tabungan Haji

Tahap awal yang perlu dilakukan adalah membuka rekening tabungan haji pada Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) yang ditunjuk oleh pemerintah.

Calon jemaah dapat memperoleh informasi mengenai bank penerima setoran melalui Kementerian Agama atau bank syariah yang telah ditetapkan sebagai BPS-BPIH.

Tabungan haji ini nantinya digunakan dalam proses penyetoran biaya awal sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh nomor porsi haji.

2. Melakukan Setoran Awal Haji

Setelah rekening tabungan haji dibuka, calon jemaah melakukan setoran awal sesuai ketentuan yang berlaku. Berdasarkan ketentuan yang selama ini berlaku, setoran awal haji reguler adalah sebesar Rp25.000.000.

Dalam proses pendaftaran, calon jemaah perlu menyiapkan sejumlah dokumen administrasi. Persyaratan dapat berbeda atau mengalami penyesuaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dokumen yang umumnya diperlukan antara lain:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Dokumen identitas pendukung, seperti akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah
  • Pas foto sesuai ketentuan

Sebelum melakukan pendaftaran, calon jemaah sebaiknya memastikan kembali persyaratan terbaru kepada pihak bank dan Kantor Kementerian Agama.

3. Mendapatkan Nomor Porsi Haji

Setelah proses pendaftaran dan setoran awal selesai dilakukan sesuai prosedur, data calon jemaah akan diproses melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kementerian Agama.

Pada tahap ini, calon jemaah akan memperoleh nomor porsi haji. Nomor porsi merupakan bukti bahwa calon jemaah telah terdaftar dalam sistem dan masuk dalam antrean keberangkatan haji.

Nomor porsi juga dapat digunakan untuk mengetahui perkiraan keberangkatan melalui informasi yang disediakan oleh Kementerian Agama. Namun, perkiraan tersebut dapat berubah sesuai dengan kebijakan dan kondisi penyelenggaraan haji.

4. Menunggu Masa Antrean Keberangkatan

Setelah memperoleh nomor porsi, calon jemaah memasuki masa tunggu keberangkatan.

Lama masa tunggu haji berbeda-beda di setiap daerah. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah pendaftar, ketersediaan kuota, serta kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.

Masa tunggu dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri secara bertahap. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain mempelajari manasik haji, menjaga kesehatan, mempersiapkan kemampuan finansial untuk pelunasan biaya haji, serta memperbanyak ibadah dan doa.

Persiapan yang dilakukan sejak jauh hari diharapkan dapat membantu calon jemaah menjalani perjalanan ibadah haji dengan lebih siap.

5. Melakukan Pelunasan Biaya Haji

Ketika nomor porsi calon jemaah telah masuk dalam alokasi keberangkatan, jemaah akan mengikuti tahapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Besaran biaya dan jadwal pelunasan ditetapkan sesuai dengan ketentuan pemerintah pada tahun penyelenggaraan haji. Oleh karena itu, calon jemaah perlu mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Kementerian Agama.

6. Menjalani Pemeriksaan Kesehatan dan Istitha’ah

Kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Jemaah akan mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Tahapan tersebut dapat meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan, serta proses penetapan istitha’ah kesehatan haji.

Istitha’ah berkaitan dengan kemampuan jemaah untuk menjalankan ibadah haji, termasuk dari aspek kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, menjaga kesehatan sebaiknya tidak hanya dilakukan menjelang keberangkatan. Calon jemaah dapat mulai membiasakan pola hidup sehat sejak berada dalam masa tunggu.

7. Mempersiapkan Dokumen Perjalanan

Menjelang keberangkatan, jemaah juga perlu melengkapi berbagai dokumen perjalanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dokumen tersebut dapat meliputi paspor, visa haji, serta dokumen administrasi lainnya yang diperlukan dalam proses perjalanan dan penyelenggaraan ibadah haji.

8. Mengikuti Bimbingan Manasik Haji

Manasik haji menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan jemaah menuju Tanah Suci.

Jemaah dapat mengikuti bimbingan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Materi bimbingan umumnya mencakup pemahaman fikih haji, tata cara pelaksanaan ibadah, praktik manasik, kesehatan haji, gambaran perjalanan, hingga berbagai informasi yang dibutuhkan selama berada di Arab Saudi.

Melalui bimbingan yang dilakukan secara bertahap, jemaah diharapkan tidak hanya memahami tata cara ibadah secara teori, tetapi juga lebih siap dalam menghadapi berbagai situasi selama perjalanan haji.

9. Berangkat Menuju Tanah Suci

Setelah seluruh persiapan dan tahapan yang diperlukan dilalui, jemaah akan memasuki proses keberangkatan.

Jemaah akan tergabung dalam kelompok terbang atau kloter, mengikuti proses keberangkatan melalui asrama haji sesuai jadwal, kemudian diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik. Ibadah haji juga membutuhkan kesiapan ilmu, kesehatan, kesabaran, serta kesiapan hati untuk menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan sebaik-baiknya.

Jangan Menunda Persiapan Haji

Bagi yang telah memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mempersiapkan pendaftaran, tidak ada salahnya untuk mencari informasi sejak dini.

Mengingat masa tunggu haji dapat berlangsung cukup lama, pendaftaran lebih awal memungkinkan calon jemaah memperoleh nomor porsi dan memulai masa antrean sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, perjalanan menuju Baitullah bukan hanya tentang menunggu waktu keberangkatan. Masa tunggu juga dapat menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri, memperdalam pemahaman tentang ibadah haji, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kesiapan spiritual.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada setiap muslim yang memiliki niat untuk menunaikan ibadah haji dan memanggil kita semua menjadi tamu-tamu-Nya di Tanah Suci.

KBIHU Daarut Tauhiid Bandung
Melayani dengan amanah, membimbing hingga mabrur.


X