Share

Para ulama menjelaskan beberapa riwayat. Salah satu penjelasan yang kuat berkaitan dengan proses pengumpulan mushaf pada masa Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Surat At-Taubah memiliki kemiripan tema dengan Surat Al-Anfal, sementara keduanya turun pada waktu yang berbeda. Karena itu, para sahabat tidak menuliskan basmalah di antara keduanya ketika menyusun mushaf.

Dalam riwayat lain juga disebutkan sebuah hikmah bahwa basmalah mengandung makna rahmat, keamanan, dan kasih sayang, sedangkan awal At-Taubah berisi pernyataan bara’ah—pemutusan hubungan dan pengumuman sikap tegas terhadap kaum musyrikin yang melanggar perjanjian.

Surat ini juga memiliki latar belakang yang sangat kuat. Bagian awalnya berkaitan dengan peristiwa setelah Perjanjian Hudaibiyah dan berbagai sikap kaum musyrikin yang melanggar perjanjian, kemudian turun pernyataan tegas dari Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Ayat pertamanya berbunyi, “Bara’atun minallahi wa rasulihi ilalladzina ‘ahadtum minal musyrikin”—sebuah pengumuman bahwa Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik yang terikat perjanjian dengan kaum Muslimin.

Menariknya, Surat At-Taubah juga dikenal dengan nama Al-Bara’ah, karena dibuka dengan kata bara’ah yang berarti berlepas diri. Namun surat ini juga disebut At-Taubah karena banyak berbicara tentang taubat dan kembalinya seorang hamba kepada Allah. Seolah ada pelajaran yang dalam untuk kehidupan kita: tegas terhadap kesalahan tidak berarti menutup pintu taubat. Ada saatnya kita harus berani meninggalkan dosa, kebiasaan buruk, lingkungan yang menjauhkan dari Allah, atau sesuatu yang tidak diridhai-Nya. Tetapi setelah meninggalkannya, selalu ada jalan untuk kembali kepada Allah.


Ingin lebih dekat dengan Al Quran dan membangun kebiasaan hidup bersama Kalamullah? Yuk, bergabung bersama Baitul Quran (BQ) Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia. Melalui pendidikan pesantren yang memadukan Tahfidz Al Quran, pembinaan ibadah, adab, dan karakter Qurani, BQ DT berikhtiar menumbuhkan generasi yang tidak hanya hafal Al Quran, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam kehidupan.

Penerimaan Santri Baru (PSB) Baitul Quran Daarut Tauhiid Tahun Ajaran 2027/2028 Telah Dibuka.

Selain fokus pada program Tahfidz Al Quran, lulusan Baitul Quran DT juga memperoleh ijazah resmi sesuai jenjang pendidikan serta Sertifikasi Tahfidz Al Quran dari Kementerian Agama RI, yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi, jalur beasiswa tahfidz, maupun berbagai kebutuhan administrasi akademik lainnya.

Informasi & Pendaftaran: 0878-2502-2225
Form pendaftaran: baitulqurandt.org/pendaftaran

X