Share

Seperti Apa Surga? Ini Dia Gambaran yang Disampaikan Rasulullah ﷺ

Pernahkah kita membayangkan, seperti apa kehidupan yang Allah Ta’ala siapkan bagi orang-orang beriman di surga?

Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa kenikmatan surga bukan sesuatu yang biasa. Bahkan, penghuni surga yang paling rendah kedudukannya pun mendapatkan kenikmatan yang begitu luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ الَّذِي لَهُ ثَمَانُونَ أَلْفَ خَادِمٍ وَاثْنَتَانِ وَسَبْعُونَ زَوْجَةً، وَيُنْصَبُ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَزَبَرْجَدٍ وَيَاقُوتٍ، كَمَا بَيْنَ الْجَابِيَةِ إِلَى صَنْعَاءَ…

“Orang yang paling rendah kedudukannya di surga memiliki delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua pasangan. Untuknya didirikan sebuah kubah dari mutiara, zamrud, dan yaqut, luasnya seperti jarak antara Jabiyah hingga Shan‘a. Mereka diberi mahkota, dan sesungguhnya mutiara yang paling kecil darinya akan memancarkan cahaya yang menerangi antara timur dan barat.”

Bayangkan, ini baru gambaran tentang penghuni surga yang paling rendah kedudukannya. Lalu bagaimana dengan kenikmatan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang memiliki kedudukan lebih tinggi?

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda:

نَظَرْتُ إِلَى الْجَنَّةِ، فَإِذَا الرُّمَّانَةُ مِنْ رُمَّانِهَا كَجِلْدِ الْبَعِيرِ الْمُقْتَبِ، وَإِذَا طَيْرُهَا كَالْبُخْتِ، وَإِذَا فِيهَا جَارِيَةٌ فَقُلْتُ: يَا جَارِيَةُ لِمَنْ أَنْتِ؟ فَقَالَتْ: لِزَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ، وَإِذَا فِيهَا مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Aku melihat surga. Ternyata buah delima di dalamnya sebesar kulit unta yang dipakai, dan burung-burungnya seperti unta bukhti. Di dalamnya terdapat seorang gadis, lalu aku bertanya, ‘Wahai gadis, milik siapa engkau?’ Ia menjawab, ‘Milik Zaid bin Haritsah.’ Dan di dalam surga terdapat sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.”

Kalimat terakhir ini seakan mengingatkan kita bahwa seindah apa pun yang mampu kita bayangkan tentang surga, kenyataannya jauh lebih indah dari itu.

Ka‘ab berkata:

قَ اللهُ تَعَالَى آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِيَدِهِ، وَكَتَبَ التَّوْرَاةَ بِيَدِهِ، وَغَرَسَ الْجَنَّةَ بِيَدِهِ، ثُمَّ قَالَ لَهَا: تَكَلَّمِي، فَقَالَتْ: قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

“Allah Ta’ala menciptakan Adam ‘alaihissalam, menulis Taurat, dan menanam surga. Kemudian Allah berkata kepadanya, ‘Berbicaralah.’ Maka surga berkata, ‘Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman.”

Maka, di balik segala perjuangan untuk taat kepada Allah, ada kehidupan yang jauh lebih sempurna yang menanti.

Mungkin hari ini kita harus bersabar, menahan diri dari sesuatu yang Allah larang, menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, dan terus berusaha menjadi hamba yang lebih baik.

Namun semua itu tidaklah sia-sia. Sebab ada surga yang kenikmatannya belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang beruntung dan dikumpulkan bersama orang-orang beriman di dalam surga-Nya.

Referensi: Ihya Ulumiddin, Jilid 4, hlm. 542

X