Share

Tanamkan Cinta kepada Rasulullah ﷺ Sejak Dini, Daycare DT Hadirkan Storytelling “Mengenal Rasulullah Lebih Dekat”

Bandung — Dalam rangka menanamkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sejak usia dini, Daycare Daarut Tauhiid (DT) menghadirkan kegiatan storytelling bertema “Mengenal Rasulullah Lebih Dekat: Belajar Mencintai Rasulullah Melalui Kisah dan Teladan.”

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Daycare DT dalam mengenalkan sosok Rasulullah ﷺ kepada ananda melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, dekat dengan dunia anak, serta mudah dipahami sesuai dengan tahapan perkembangan usia mereka.

Mengenal Rasulullah ﷺ Melalui Kisah yang Menyenangkan

Kegiatan storytelling dilaksanakan di dua lokasi Daycare DT, yaitu Daycare Eco Pesantren 1 dan Daycare DT Gegerkalong.

Untuk siswa Daycare Eco Pesantren, kegiatan dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Daarus Sunnah. Kegiatan diisi oleh Kak Fitri sebagai storyteller yang mengajak ananda mengenal Rasulullah ﷺ melalui kisah-kisah yang disampaikan dengan cara sederhana, menarik, dan menyenangkan.

Dalam penyampaian cerita, Kak Fitri menggunakan media boneka tangan bernama Mika. Kehadiran Mika membuat suasana storytelling menjadi lebih interaktif dan mampu menarik perhatian ananda. Boneka tangan tersebut menjadi teman bercerita yang membantu ananda mengikuti alur kisah dengan lebih antusias.

Melalui cerita yang disampaikan, ananda diajak mengenal Rasulullah ﷺ, memahami sifat-sifat mulia beliau, serta belajar mencintai Rasulullah ﷺ dengan cara mengenal dan meneladani akhlaknya.

Storytelling Interaktif di Daycare DT Gegerkalong

Sementara itu, kegiatan storytelling untuk siswa Daycare DT Gegerkalong dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di Dome Central V Gegerkalong.

Pada kesempatan ini, ananda mengikuti kegiatan bersama Kak Hana sebagai storyteller. Kak Hana menggunakan media boneka tangan bernama Echa untuk membantu menyampaikan cerita agar lebih mudah dipahami dan semakin menyenangkan bagi ananda.

Dengan karakter Echa yang dekat dengan dunia anak, penyampaian cerita menjadi lebih hidup dan komunikatif. Ananda diajak untuk terlibat dalam suasana cerita, menyimak kisah yang disampaikan, serta mengenal sosok Rasulullah ﷺ sebagai teladan yang dicintai dan diikuti.

Menanamkan Nilai Kebaikan Melalui Cerita

Metode storytelling dipilih karena cerita menjadi salah satu cara yang efektif dan menyenangkan dalam mengenalkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. Pada usia dini, pengalaman yang disampaikan melalui cerita, tokoh, dialog, dan interaksi dapat membantu ananda memahami pesan dengan lebih sederhana.

Terlebih ketika kisah disampaikan melalui media yang menarik dan sesuai dengan dunia anak, proses pembelajaran menjadi lebih mudah diterima. Anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana ceria dan interaktif. Ananda tampak antusias mengikuti jalannya cerita serta memberikan perhatian ketika Kak Fitri maupun Kak Hana berinteraksi dengan boneka tangan Mika dan Echa.

Kehadiran boneka tangan membuat ananda lebih mudah terlibat dalam kegiatan dan menikmati proses belajar tanpa merasa sedang mengikuti pembelajaran formal.

Menumbuhkan Generasi yang Mencintai Rasulullah ﷺ

Melalui kegiatan ini, ananda diharapkan tidak hanya mengenal Rasulullah ﷺ melalui cerita, tetapi juga mulai memahami bahwa mencintai Rasulullah ﷺ dapat diwujudkan dengan mengenal pribadi beliau dan berusaha meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai sederhana seperti berkata baik, menyayangi sesama, bersikap lembut, jujur, serta senang berbuat kebaikan mulai dikenalkan kepada ananda melalui kisah-kisah keteladanan Rasulullah ﷺ.

Bagi Daycare DT, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari proses membersamai tumbuh kembang ananda, bukan hanya dalam aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kebiasaan baik sejak dini.

Setiap pengalaman yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi ananda untuk tumbuh menjadi pribadi yang mengenal Rabb-nya, mencintai Rasulullah ﷺ, serta memiliki akhlak yang baik.

Semoga setiap kisah yang didengar menjadi benih cinta kepada Rasulullah ﷺ yang tumbuh dalam hati ananda dan menjadi bekal kebaikan dalam perjalanan tumbuh kembang mereka.

(Wulan)

X