Share

Rahasia Besarnya Balasan untuk Orang yang Berpuasa!

Pernah nggak kita melakukan satu kebaikan, lalu berpikir, “Memangnya seberapa besar ya pahala yang Allah kasih?”

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah memberikan gambaran tentang luasnya balasan amal kebaikan:

كل حسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به

“Setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya.”

Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Mengapa puasa begitu istimewa?

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ada sesuatu yang membuatnya berbeda dari banyak amal lainnya: puasa sangat dekat dengan keikhlasan.

Saat seseorang berpuasa, orang lain mungkin tidak tahu apakah ia benar-benar sedang berpuasa atau tidak. Ia menahan makan, minum, dan keinginannya karena Allah. Karena itu, puasa memiliki sisi ibadah yang sangat tersembunyi antara seorang hamba dengan Rabb-nya.

Kalimat فإنه لي وأنا أجزي به — “puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya” — menunjukkan keistimewaan balasan puasa. Jika amal kebaikan lainnya disebutkan balasannya, puasa memiliki keistimewaan karena Allah sendiri yang menyatakan akan memberikan balasannya.

Puasa bukan sekadar menahan lapar

Karena itu, jangan sampai puasa hanya membuat kita menahan makan dan minum, tetapi lisan masih mudah berkata kasar, emosi masih sulit dikendalikan, dan hati masih dipenuhi hal-hal yang tidak baik.

Puasa seharusnya menjadi latihan untuk menjaga diri. Menjaga lisan, pandangan, hati, dan sikap kita.

Boleh jadi orang lain hanya melihat kita sedang tidak makan dan tidak minum. Tapi Allah melihat setiap rasa lapar yang kita tahan, setiap keinginan yang kita tinggalkan, dan setiap kesabaran yang kita lakukan karena-Nya.

Dan yang paling indah, untuk amal ini Allah sendiri yang mengatakan:

وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Aku sendiri yang akan memberikan balasannya.”

Maka, jangan pernah menganggap ringan satu hari puasa yang kita jalani. Bisa jadi amal yang terlihat sederhana di mata manusia, memiliki balasan yang begitu besar di sisi Allah.

Referensi: Ihya’ Ulumiddin, jilid 1, hlm. 231.

X