Adab Masuk Masjid yang Sering Terlupakan
Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang dimuliakan dan menjadi pusat ibadah umat Islam. Di dalamnya, kaum muslimin mendirikan shalat, berdzikir, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, hingga mempererat ukhuwah Islamiyah.
Namun, di tengah rutinitas, tidak sedikit adab memasuki masjid yang mulai terlupakan. Padahal, menjaga adab saat berada di rumah Allah merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada syiar Islam.
Lalu, apa saja adab yang sebaiknya kita jaga ketika memasuki masjid?
1. Meluruskan Niat karena Allah SWT
Setiap amal bergantung pada niatnya. Ketika melangkahkan kaki menuju masjid, niatkan semata-mata untuk beribadah dan mencari ridha Allah, bukan untuk dipuji, bertemu teman, atau tujuan duniawi lainnya.
Dengan niat yang benar, setiap langkah menuju masjid menjadi bernilai pahala. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Berdoa Ketika Menuju dan Memasuki Masjid
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika memasuki masjid:
Allahummaftah lii abwaaba rahmatik.
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
(HR. Muslim)
Doa ini mengingatkan kita bahwa masjid adalah tempat turunnya rahmat Allah. Setiap langkah menuju masjid hendaknya disertai harapan agar Allah membuka pintu hidayah, ilmu, dan keberkahan.
3. Mendahulukan Kaki Kanan
Salah satu sunnah yang sering terlupakan adalah mendahulukan kaki kanan ketika memasuki masjid dan kaki kiri saat keluar.
Hal ini merupakan bentuk mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dalam memuliakan tempat ibadah.
4. Menjaga Kebersihan dan Penampilan
Masjid adalah tempat yang suci. Karena itu, setiap muslim dianjurkan datang dalam keadaan bersih, berwudu, mengenakan pakaian yang rapi, serta menggunakan wewangian bagi laki-laki selama tidak berlebihan.
Allah SWT berfirman:
“Wahai anak Adam! Pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid…”
(QS. Al-A’raf: 31)
Sebaliknya, seseorang yang baru mengonsumsi makanan berbau menyengat seperti bawang putih atau bawang merah mentah dianjurkan tidak datang ke masjid hingga baunya hilang agar tidak mengganggu jamaah lainnya.
5. Menjaga Suara dan Ketenangan
Masjid adalah tempat berdzikir dan beribadah, bukan tempat berbicara dengan suara keras.
Sering kali tanpa disadari, percakapan, nada dering telepon, atau suara anak-anak yang tidak diawasi dapat mengganggu kekhusyukan jamaah lain.
Karena itu, biasakan untuk:
- Menonaktifkan atau mengubah ponsel ke mode senyap.
- Berbicara seperlunya dengan suara pelan.
- Mengawasi anak-anak agar tetap menjaga ketertiban.
Menghormati kekhusyukan orang lain juga merupakan bagian dari adab di rumah Allah.
6. Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid
Sebelum duduk, Rasulullah ﷺ menganjurkan agar seseorang melaksanakan dua rakaat Tahiyatul Masjid apabila tidak ada uzur dan bukan pada kondisi yang dilarang.
Beliau bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk hingga melaksanakan shalat dua rakaat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat ini menjadi bentuk penghormatan kepada masjid sebagai tempat ibadah.
7. Mengisi Waktu dengan Ibadah
Masjid bukan hanya tempat melaksanakan shalat wajib. Selama berada di dalamnya, manfaatkan waktu dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, atau mendengarkan kajian ilmu.
Daripada menghabiskan waktu dengan memainkan telepon genggam tanpa tujuan, lebih baik mengisinya dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.
8. Menjaga Kebersihan Masjid
Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pengurus masjid, tetapi tanggung jawab seluruh jamaah.
Hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, merapikan sajadah, mengembalikan mushaf Al-Qur’an ke tempat semula, atau menjaga fasilitas masjid merupakan bentuk kepedulian terhadap rumah Allah.
Rasulullah ﷺ bahkan menjadikan menjaga kebersihan masjid sebagai amalan yang bernilai di sisi Allah.
Masjid, Tempat Menenangkan Hati
Masjid bukan sekadar bangunan tempat melaksanakan shalat. Masjid adalah tempat seorang hamba memperbarui hubungannya dengan Allah, menenangkan hati, menimba ilmu, dan memperkuat ukhuwah sesama muslim.
Oleh karena itu, marilah kita tidak hanya memakmurkan masjid dengan kehadiran, tetapi juga memuliakannya dengan adab yang baik. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan menuju rumah Allah menjadi sebab datangnya rahmat, ampunan, dan keberkahan dari-Nya.
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir…”
(QS. At-Taubah: 18)
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa memuliakan rumah-Nya dan meraih keberkahan di setiap langkah menuju masjid.
Wallahu a’lam bishawab.

