Share

ASTS PDF Daarut Tauhiid: Uji Ilmu Akademik, Hafalan, hingga Praktik Ibadah Santri

Bandung — Proses pembelajaran di Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi di dalam kelas. Kemampuan santri dalam menguasai ilmu keagamaan, hafalan, serta praktik ibadah juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Assessment Sumatif Tengah Semester (ASTS) yang diikuti oleh seluruh santri PDF Daarut Tauhiid mulai 14 hingga 25 September 2026.

Kegiatan ASTS diikuti oleh seluruh santri dari kelas 7, 8, 9, 10, 11, hingga 12. Pelaksanaannya terbagi menjadi dua rangkaian, yaitu ujian pengasuhan dan ujian kurikulum.

Menguji Bekal Keagamaan Santri melalui Ujian Pengasuhan

Rangkaian pertama dilaksanakan pada 14–18 September 2026 melalui ujian pengasuhan.

Berbeda dengan ujian mata pelajaran di kelas, ujian pengasuhan diarahkan untuk melihat sejauh mana santri menguasai berbagai bekal keagamaan yang menjadi bagian dari pembinaan sehari-hari di lingkungan PDF Daarut Tauhiid.

Beberapa aspek yang diujikan antara lain:

  • Hafalan kitab
  • Hafalan Al-Qur’an
  • Bacaan Al-Qur’an
  • Praktik sholat
  • Praktik ibadah

Melalui ujian tersebut, santri tidak hanya dituntut untuk mengingat materi atau hafalan, tetapi juga mampu menunjukkan penerapannya melalui praktik.

Hal ini menjadi bagian dari proses pembinaan agar ilmu agama yang dipelajari santri dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pekan Berikutnya, Santri Mengikuti Ujian Kurikulum

Setelah menyelesaikan rangkaian ujian pengasuhan, pelaksanaan ASTS dilanjutkan pada

21–25 September 2026 dengan ujian kurikulum.

Pada tahap ini, seluruh santri mengikuti asesmen terhadap mata pelajaran yang telah dipelajari selama proses kegiatan belajar mengajar di masing-masing jenjang.

Mulai dari kelas 7 hingga kelas 12, para santri mengikuti ujian sesuai dengan materi pembelajaran yang telah diberikan selama periode pembelajaran.

Pelaksanaan ujian kurikulum menjadi salah satu sarana untuk mengetahui perkembangan pemahaman santri terhadap materi yang telah dipelajari sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam proses pembelajaran.

Mengukur Perkembangan Santri Secara Lebih Menyeluruh

Pelaksanaan ASTS di PDF Daarut Tauhiid menunjukkan bahwa proses pendidikan santri mencakup lebih dari sekadar pencapaian akademik.

Melalui dua rangkaian ujian tersebut, santri mendapatkan evaluasi dari sisi pembelajaran kurikulum sekaligus pembinaan keagamaan dan praktik ibadah.

Bagi santri, masa ujian juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap proses belajar yang telah dijalani. Materi yang selama ini dipelajari di kelas maupun dalam kegiatan pengasuhan kembali dipelajari, dipersiapkan, dan dipraktikkan.

Sementara bagi lembaga pendidikan, hasil asesmen dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat perkembangan pembelajaran dan pembinaan santri.

Dengan demikian, ASTS tidak hanya menjadi momentum untuk mendapatkan nilai, tetapi juga menjadi bagian dari proses evaluasi dan penguatan pembelajaran santri di Pendidikan Diniyah Formal Daarut Tauhiid.

Mempersiapkan Santri dengan Ilmu dan Amal

Pendidikan di PDF Daarut Tauhiid diarahkan agar santri mendapatkan bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Karena itu, kemampuan akademik dan penguasaan ilmu keagamaan menjadi bagian yang saling melengkapi.

Melalui hafalan, bacaan Al-Qur’an, praktik sholat, praktik ibadah, serta pembelajaran berbagai mata pelajaran, santri dibiasakan untuk mengembangkan kemampuan secara bertahap dan menyeluruh.

Semoga seluruh rangkaian ASTS PDF Daarut Tauhiid dapat menjadi sarana evaluasi yang memberikan manfaat bagi santri, pendidik, pengasuh, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan.

Semoga para santri diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, kelancaran dalam menjalani setiap proses pembelajaran, serta kemampuan untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Barakallahu fiikum.

X