Belajar Sejarah Rasulullah Secara Interaktif, Santri Dauroh Ramadhan dan PMK Ramadhan Kunjungi Al-Jabar
Bandung – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermakna, santri Dauroh Ramadhan dan PMK Ramadhan melaksanakan kunjungan edukatif ke Al-Jabar pada 4 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pembelajaran yang bertujuan untuk mengenal lebih dekat sejarah Rasulullah SAW dengan pendekatan yang interaktif dan menarik.
Kunjungan ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan luar kelas, tetapi juga sebagai sarana memperkuat pemahaman keislaman para santri. Di Al-Jabar, para santri diajak menelusuri perjalanan hidup Rasulullah melalui berbagai media visual, diorama, serta narasi sejarah yang disajikan secara modern dan mudah dipahami.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah diorama yang berupa miniatur rumah, lingkungan, serta gambaran suasana kehidupan pada masa Rasulullah SAW. Melalui tampilan ini, para santri dapat melihat secara lebih nyata bagaimana kondisi masyarakat pada masa itu, sehingga membantu mereka membayangkan peristiwa sejarah dengan lebih jelas dan mendalam.
Selama kegiatan berlangsung, para santri terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka menyimak penjelasan dengan penuh perhatian, sekaligus mengamati berbagai tampilan visual yang disajikan. Pendekatan ini menjadikan proses belajar terasa lebih hidup, tidak monoton, dan mampu meningkatkan rasa ingin tahu para santri terhadap sejarah Islam.
Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menjadi momen refleksi bagi para santri. Nilai-nilai perjuangan, kesabaran, keikhlasan, serta keteladanan Rasulullah menjadi pelajaran penting yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Kunjungan ini juga mempererat kebersamaan antar santri. Interaksi yang terjalin selama kegiatan turut menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan saling mendukung dalam proses belajar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memahami sejarah Rasulullah secara pengetahuan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta dan menjadikan beliau sebagai teladan dalam bersikap dan berperilaku. Dengan demikian, pembelajaran sejarah Islam menjadi lebih relevan, menyenangkan, dan membekas di hati para santri.

