Share

Ini Yang Perlu dilakukan Ketika Hati Mudah Berprasangka

Gurunda KH. Abdullah Gymnastiar

Setiap kita tentu ingin menjadi orang yang disukai Allah. Allah berfirman:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”
QS. Al-Hujurat: 13

Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah memiliki akhlakul karimah. Akhlak yang baik tidak muncul begitu saja. Ia tumbuh dari pemahaman dan keyakinan kita kepada Allah.

Ketika seseorang lemah dalam memahami agama, salah satu sebabnya karena kurang serius dalam belajar. Padahal, memahami agama berarti belajar mengenal Allah, mengenal Rasulullah ﷺ sebagai teladan, serta mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

Maka, sudah seharusnya kita bersungguh-sungguh menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk belajar. Bukan hanya belajar sampai tahu, tetapi sampai paham dan bermujahadah untuk mengamalkannya.

Belajar Mengatur Persepsi

Dalam kehidupan, ada banyak kejadian yang berada di luar wilayah kita. Kita tidak bisa mengatur perkataan, sikap, atau tindakan orang lain. Tetapi persepsi kita berada dalam wilayah kita.

Cara kita memandang sebuah kejadian dapat menentukan suasana hati. Ketika hati mudah berprasangka buruk, hal kecil pun bisa menjadi besar.

Nafsu cenderung membawa kita kepada prasangka, ditambah bisikan setan yang membuat kita melihat orang lain dengan pandangan negatif.

Karena itu, ketika menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan, cari 1001 alasan untuk berprasangka baik.

Ingat kebaikan orang lain. Ingat perjuangannya. Ingat hal-hal baik yang pernah dilakukannya. Dari sana, perlahan akan tumbuh rasa kasih sayang dan empati.

Mau Dibawa ke Mana Rasa di Dalam Hati?

Marah, kecewa, dan sedih adalah hal yang manusiawi. Yang perlu kita jaga adalah ke mana perasaan itu kita bawa.

Apakah kita membawanya kepada Allah atau justru mengikuti nafsu?

Ketika hati sedang tidak tenang, mintalah kepada Allah agar diberikan ketenangan. Perbanyak membaca Al-Qur’an, perbanyak sujud, dan dekatkan diri kepada-Nya.

Lakukan mujahadah. Bangun untuk tahajud, perbanyak dan perpanjang sujud untuk berdoa, serta perbanyak sedekah.

Ketika kita berusaha berhusnuzan dan memilih berbuat baik, insyaAllah Allah memberikan ketenangan dalam hati yang mendorong kita untuk terus memilih kebaikan.

Sebab pada akhirnya, yang ingin kita capai bukan hanya terlihat baik di hadapan manusia, tetapi menjadi pribadi yang Allah sukai dan ridhai.

X