Kajian Motivasi Al Qur’an: Seberapa Besar Rasa Cinta Kita Pada Al Qur’an?

Share

Jakarta – Sabtu (9/9/2023), Masjid Daarut Tauhiid (DT) Jakarta mengadakan kajian motivasi Al Qur’an sekaligus kuliah perdana PTQ DT Jakarta Angkatan ke-24. Pemateri kajian pagi itu bersama Ustadz Ahmad Ulil Abshor, M.Pd.I. Al Hafidz, beliau adalah founder Itqon Qur’an Center, pengemban Sanad Qiraat Sab’ah dari Syaikh Shalih Musa Jibo as-Sudaniy serta para pembina yang kompeten lainnya.

PTQ (Pembinaan Tilawah Qur’an) merupakan lembaga bimbingan Al Qur’an Daarut Tauhiid Jakarta yang saat ini telah mencapai Angkatan ke-24. Untuk saat ini PTQ diikuti khusus untuk akhwat dan dibimbing oleh para Ustadzah yang berkompeten. Adapun kelas reguler PTQ DT Jakarta tahun ajaran baru ini akan mulai dilaksanakan pada Sabtu 16 September 2023 untuk kelas offline dan Ahad 17 September 2023 untuk kelas online.

Fenomena yang terjadi saat ini, banyak orang yang belajar membaca ataupun menghafal Al Qur’an bahkan ikut komunitas Al Qur’an dan lisannya sering melantunkan Al Qur’an tapi hati juga pikirannya jauh dari Al Qur’an. Banyak fenomena yang terjadi, orang-orang yang dikenal hafidz, yang bacaan Al Qur’annya indah, tapi tidak diikuti dengan akhlak yang baik.

Hal itu dapat terjadi karena mereka melompati tahapan mengenal Al Qur’an sebelum belajar dan menghafalnya. Jika demikian, bacaan Al Qur’annya hanya sampai di tenggorokan tidak sampai ke hati. Namun jika sudah mengenal Al Qur’an, maka apa yang dilantunkan akan mengena di hati dan dapat menjadi penyambung antara dirinya dengan Allah.

Ada dua tahap agar kita meraih derajat cinta pada Al Qur’an. Pertama Ma’rifatul Qur’an (pengetahuan tentang apa itu Al Qur’an) yakni mengetahui keutamaan serta apa yang didapat jika membaca dan mempelajarinya.

Al Qur’an adalah Kalam Allah Ta’ala, berarti Al Qur’an merupakan bagian dari Allah. Maka jika kita mengenal Al Qur’an, maka kita pun mengenal Allah. Kalam Allah tidak sama dengan kalam makhluknya. Kalam Allah suci dan tidak boleh tertolak, harus taat dan dipatuhi.

Kalam Allah berat dan agung. Malaikat Jibril bahkan merasakan beratnya membawa Al Qur’an dari Lauhul Mahfudz (sisi Allah) ke Sidrotul Muntaha (langit dunia). Bahkan para malaikat yang lain, saat malaikat Jibril lewat membawa Al Qur’an, mereka pun merasakan beratnya dan tertunduk tidak mampu mendongakkan kepalanya. Selain itu dijelaskan bahwa jika saja Al Qur’an diturunkan ke kepada gunung-gunung, maka gunung-gunung itu akan meleleh. Hingga akhirnya yang mampu menerima Al Qur’an adalah Rasulullah ﷺ. Namun, saat Rasulullah ﷺ menerima wahyu pun, beliau sampai bergetar dan berkeringat.

Begitu agung dan mulianya Al Qur’an, tentu ada adab yang harus diperhatikan saat membaca Al Qur’an, karena yang dibaca adalah Kalam Yang Maha Mulia. Saat belajar Al Qur’an pun gunakan adab yang baik dan khusyu’. Termasuk memuliakan guru yang mengajarkan Al Qur’an merupakan bentuk memuliakan Al Qur’an.

Cara kedua untuk meraih cinta pada Al Qur’an yakni Ribaatul Quran (mengikat diri kepada Al Qur’an). Jika kita sudah mengenal harus diikat, maka jiwa kita akan selalu ingin berinteraksi dengan Al Qur’an. Inilah yang memunculkan rasa cinta pada Al Qur’an.

Ustadz Ahmad Ulil Abshor menyampaikan ada tiga cara untuk mengikat diri pada Al Qur’an. Pertama adalah Al Iman yakni mengimani apa yang ada dalam Qur’an. Kedua, rutin membaca Al Qur’an dan ketiga berusaha memahami Al Qur’an, seperti membaca terjemah dan tafsir hingga belajar Bahasa Arab untuk memudahkan memahami makna dalam Al Qur’an. Tidak ada cara lain untuk dapat mencintai Al Qur’an dengan baik selain dengan memahami makna di dalamnya. Jika kita tidak paham bagaimana bisa menghadirkan hati saat membacanya dan menumbuh rasa cinta.

Ciri-ciri kita mencintai dan menjadi ahli Qur’an adalah kita senantiasa mengingat Al Qur’an dalam setiap kondisi. Jika sudah menjadi ahli Qur’an, maka hidupnya mulia, akhir hidupnya husnul khatimah, di akhirat selamat dan mendapat tingkatan surga tertinggi.

Pada akhir kajian, sebelum sesi tanya jawab dimulai, beliau melakukan talaqi surat Al Fatihah kepada para jamaah yang hadir. Semoga Allah tumbuhkan rasa cinta kita kepada Al Qur’an dan dapat menjadi ahli Qur’an. (Iyiz_DKMDTJkt)

X
× Tanya Admin