MABIT Masjid Daarut Tauhiid ke-8 Hadirkan Percikan Tauhid, Diikuti 3.820 Jamaah
Bandung – Masjid Daarut Tauhiid kembali menggelar Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) dalam rangkaian spesial Milad Daarut Tauhiid ke-36. Kegiatan yang mengusung tema “Percikan Tauhid” ini berlangsung pada Sabtu–Ahad, 5–6 September 2026 atau bertepatan dengan 22–23 Rabiul Awal 1448 H di Masjid Daarut Tauhiid, Bandung.
MABIT ke-8 menghadirkan dua pemateri, yakni K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Ustadz Dr. Aam Amirudin, M.Si. Keduanya memberikan pembekalan keislaman kepada para jamaah sebagai ikhtiar untuk kembali menguatkan keyakinan kepada Allah SWT dan menghadirkan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme jamaah terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Sebanyak 3.820 jamaah mengikuti rangkaian MABIT, datang dari berbagai daerah dan latar belakang untuk bersama-sama menuntut ilmu, beribadah, serta menguatkan kembali semangat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Melalui tema “Percikan Tauhid”, MABIT menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa tauhid bukan sekadar keyakinan dalam hati, tetapi juga menjadi landasan dalam menjalani setiap aktivitas kehidupan. Ketika tauhid semakin kuat, seorang Muslim diharapkan mampu menghadapi berbagai keadaan dengan lebih tenang, ikhlas, dan senantiasa bergantung kepada Allah SWT.
Selain menghadirkan kajian dari para ustadz, MABIT juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan antarsesama jamaah. Suasana kebersamaan terasa sepanjang kegiatan, ketika ribuan jamaah berkumpul di Masjid Daarut Tauhiid dalam satu semangat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
Pelaksanaan MABIT ke-8 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Milad Daarut Tauhiid ke-36. Kehadiran ribuan jamaah menjadi salah satu wujud antusiasme masyarakat dalam menyambut berbagai kegiatan dakwah dan pembinaan keimanan yang dihadirkan oleh Masjid Daarut Tauhiid.
Semoga MABIT ke-8 dapat menjadi momentum yang meninggalkan kesan dan manfaat bagi seluruh jamaah. Bukan hanya menghadirkan ilmu selama berada di masjid, tetapi juga menumbuhkan “percikan tauhid” yang terus menyala dalam hati dan tercermin dalam akhlak serta amal kehidupan sehari-hari.

