Penyebab Ngantuk Saat Belajar dan Cara Mengatasinya Secara Efektif
PKBM DT — Salah satu godaan terbesar bagi pelajar dan santri adalah rasa ngantuk saat belajar. Nikmatnya alam mimpi seakan memanggil setiap kali kepala berusaha fokus menyimak pelajaran. Tak jarang muncul candaan, “Pas belajar ngantuk, setelah selesai malah segar.”
Hampir semua orang pernah mengalaminya. Rasa kantuk bukanlah kelemahan, melainkan sinyal dari tubuh dan pikiran bahwa ada kondisi tertentu yang perlu diperbaiki. Berikut beberapa penyebab umum ngantuk saat belajar beserta cara mengatasinya agar proses belajar menjadi lebih optimal.
1. Jam Tidur yang Tidak Efektif
Kurang tidur membuat fungsi otak menurun, terutama pada bagian prefrontal cortex yang berperan dalam fokus, konsentrasi, dan daya ingat. Tubuh yang lelah secara alami akan memaksa mata untuk terpejam.
Cara mengatasinya:
- Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi
- Hindari penggunaan gadget menjelang tidur
- Jika memungkinkan, lakukan tidur siang singkat 10–20 menit
- Jaga konsistensi jam tidur setiap hari
2. Manajemen Waktu yang Kurang Baik
Setiap orang memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam dalam sehari. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, aktivitas akan saling bertumpuk dan membuat tubuh serta pikiran cepat lelah.
Cara mengatasinya:
- Buat jadwal harian yang sederhana dan realistis
- Tentukan waktu khusus untuk belajar
- Gunakan teknik Pomodoro (belajar 25 menit, istirahat 5 menit)
- Batasi aktivitas malam yang tidak penting
3. Kondisi Kesehatan yang Menurun
Tubuh yang kurang fit akibat kurang minum, pola makan tidak seimbang, serta minim aktivitas fisik akan mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Akibatnya, rasa kantuk lebih cepat muncul.
Cara mengatasinya:
- Minum air putih yang cukup
- Konsumsi makanan bergizi
- Lakukan olahraga ringan 10–15 menit setiap hari
- Istirahat saat tubuh memberi sinyal kelelahan
4. Materi atau Tema Belajar Kurang Menarik
Tidak semua materi terasa menyenangkan. Ketika otak menganggap topik belajar tidak menarik atau sulit dipahami, fokus menurun dan kantuk pun datang.
Cara mengatasinya:
- Awali belajar dengan niat yang benar
- Hubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari
- Gunakan catatan berwarna atau mind map
- Diskusi dengan teman atau guru untuk menumbuhkan minat
5. Posisi Belajar dan Pencahayaan yang Buruk
Belajar sambil rebahan atau di ruangan dengan pencahayaan redup membuat otak lebih cepat lelah. Cahaya yang kurang juga memicu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang menimbulkan rasa kantuk.
Cara mengatasinya:
- Duduk tegak dan hindari belajar sambil tiduran
- Pastikan pencahayaan cukup terang
- Jaga sirkulasi udara ruangan
- Gunakan meja dan kursi belajar yang nyaman
Kantuk dalam Perspektif Penuntut Ilmu
Imam Syafi’i rahimahullah pernah berpesan:
“Barang siapa tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia akan menahan perihnya kebodohan.”
Pahitnya belajar hanya sementara. Namun pahitnya kebodohan bisa terasa sepanjang hidup. Kantuk, lelah, dan bosan adalah bagian dari perjalanan mulia seorang penuntut ilmu.
Kantuk bukan musuh, melainkan tanda bahwa tubuh dan pikiran perlu diperhatikan. Dengan manajemen waktu yang baik, niat yang ikhlas, serta usaha yang konsisten, insya Allah proses belajar akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita menjadi pembelajar sejati yang kuat melawan rasa malas dan istiqamah di jalan ilmu.
Baarakallahu fiikum.
(Irwina)

