Share

Ramadhan Tiba, Santri Baitul Quran DT Laksanakan Khidmat Dakwah di Dalam dan Luar Negeri

Bandung — Baitul Quran Daarut Tauhiid kembali mengutus para santri terbaiknya untuk melaksanakan khidmat dakwah sebagai bagian dari proses pembinaan, penguatan karakter, dan pengamalan nilai-nilai Al Quran di tengah masyarakat.

Sebanyak empat santri akhwat, yaitu Laila Rahayu (STQ Mukim CQQ Angkatan 21), Safira Sugianti (STQ Mukim Mahasiswa Angkatan 17), Nur Halimatus S. (MAQ Ulya Angkatan 19), dan Novy Fitria W. (STQ Mukim Mahasiswa Angkatan 19), ditugaskan untuk melaksanakan khidmat pengajian di Komplek Abadi Regency, Gegerkalong Girang, Kota Bandung.

Penugasan ini berlangsung selama 15 hari, terhitung sejak 1 hingga 15 Ramadhan 1447 H, dengan jadwal pengajian rutin setiap pukul 08.00–10.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata santri dalam membersamai masyarakat melalui pembinaan baca tulis Al Quran, tahsin, serta penguatan nilai-nilai akhlak Qurani.

Sementara itu, khidmat dakwah juga dilaksanakan oleh santri ikhwan di kancah internasional. Ust. Aliyan Ibadu Rohman hafidzahullah (Muhafidz Baitul Quran DT) bersama para santri STQ Mukim Takhassus Angkatan 21, yakni Adian Simarjarunjung P., Muhammad Hikari Al Zikri, dan Attar Mahira Selandi B., mendapatkan amanah untuk melaksanakan khidmat di Pesantren Daarut Tauhiid Perth, Australia, selama 40 hari.

Penugasan ke Australia ini tidak melalui proses penunjukan langsung, melainkan melalui tahapan seleksi yang ketat dan terstruktur. Seleksi diikuti oleh 24 santri, dengan beberapa tahapan penilaian yang meliputi rekomendasi dan evaluasi dari tingkat muhafidz, seleksi dan pertimbangan manajemen Baitul Quran DT, hingga tahap akhir berupa Wawancara Calon Santri Khidmat bersama Pengurus DT Perth Australia.

Melalui rangkaian proses tersebut, terpilih santri-santri yang dinilai memiliki kesiapan hafalan, kematangan akhlak, kemampuan komunikasi dakwah, serta kesiapan mental untuk mengemban amanah syiar Al Quran di lingkungan internasional.

Program khidmat ini bukan sekadar agenda pengabdian, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan Baitul Quran Daarut Tauhiid. Melalui khidmat, santri dilatih untuk mengamalkan ilmu, memperluas pengalaman dakwah, serta menumbuhkan kematangan spiritual dan sosial dalam berdakwah bil Quran.

“Semoga Allah menjadikan setiap langkah khidmat ini sebagai wasilah bertambahnya ilmu, pengalaman, dan kematangan dalam berdakwah bil Quran, serta menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan cahaya Al Quran di berbagai penjuru,” demikian disampaikan dalam doa pelepasan santri.

Baitul Quran Daarut Tauhiid berkomitmen untuk terus mencetak generasi penghafal Al Quran yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga siap terjun mengabdi dan memberikan manfaat luas bagi umat, baik di dalam negeri maupun di tingkat global. [ATS]

X