Tanam Alpukat Miki di Eco Pesantren 2, Santri PDF Daarut Tauhiid Belajar Menghidupkan Wakaf dan Menjaga Lingkungan
Bandung — Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi para santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran tentang bagaimana ilmu, wakaf, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan bersama.
Sebanyak kurang lebih 30 santri PDF Daarut Tauhiid mengikuti kegiatan penanaman pohon alpukat varietas Miki di area wakaf Eco Pesantren 2 Daarut Tauhiid pada Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Bank Syariah Nasional dan Yayasan Daarut Tauhiid dalam mengembangkan lahan wakaf agar lebih produktif sekaligus mendukung penghijauan di kawasan Eco Pesantren 2.
Mengembangkan Lahan Wakaf agar Lebih Produktif
Penanaman alpukat Miki menjadi salah satu ikhtiar dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan wakaf. Tidak hanya menjadi area yang hijau dan asri, lahan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan yang memiliki nilai produktif dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Melalui penanaman pohon, kawasan wakaf Eco Pesantren 2 juga diharapkan semakin hijau dan memiliki lingkungan yang mendukung aktivitas pendidikan serta berbagai kegiatan di dalamnya.
Para santri terlibat langsung dalam proses penanaman di lapangan. Mereka juga mendapatkan pendampingan dari karyawan Wakaf Daarut Tauhiid yang dikenal sebagai Santri Karya Wakaf Daarut Tauhiid.
Pendampingan tersebut tidak hanya membantu proses teknis penanaman, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengenal secara langsung bagaimana sebuah tanaman ditanam, dirawat, dan dijaga hingga dapat tumbuh serta memberikan manfaat.
Menanam Pohon, Menumbuhkan Kepedulian Santri
Bagi santri PDF Daarut Tauhiid, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berlangsung di luar ruang kelas.
Para santri tidak hanya belajar bagaimana menanam pohon, tetapi juga diajak untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap apa yang telah mereka tanam. Pohon-pohon tersebut diharapkan dapat terus dirawat sehingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta pengembangan kawasan wakaf.
Dari proses sederhana tersebut, tumbuh pembelajaran tentang kepedulian terhadap alam. Santri belajar bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah dan bentuk nyata menghadirkan kemanfaatan bagi kehidupan.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai rahmatan lil ’alamin, yaitu bagaimana seorang muslim dapat menghadirkan kebaikan dan manfaat bagi sesama sekaligus menjaga lingkungan tempat manusia hidup.
Bekal Santri Tidak Hanya Ilmu Agama
Pendidikan di Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Daarut Tauhiid tidak hanya memberikan bekal ilmu keagamaan kepada para santri. Berbagai pengalaman di luar kelas juga menjadi bagian dari proses membentuk wawasan, karakter, dan keterampilan mereka.
Kegiatan penanaman alpukat menjadi salah satu kesempatan bagi santri untuk mengenal ilmu pertanian, pemanfaatan lahan, perawatan tanaman, serta pengelolaan lingkungan secara langsung.
Pembelajaran seperti ini diharapkan dapat memperluas wawasan santri bahwa ilmu dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Ketika kelak kembali ke masyarakat, santri diharapkan tidak hanya membawa bekal ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian dan keterampilan yang dapat memberikan manfaat.
Dengan demikian, proses pendidikan tidak berhenti ketika santri meninggalkan ruang kelas. Setiap pengalaman yang mereka jalani dapat menjadi bagian dari proses belajar untuk menjadi pribadi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.
Dari Pohon yang Ditanam, Tumbuh Harapan
Penanaman alpukat Miki di area wakaf Eco Pesantren 2 menjadi langkah awal dari sebuah proses panjang.
Pohon yang hari ini ditanam oleh para santri diharapkan dapat tumbuh, dirawat, dan memberikan manfaat pada masa mendatang. Di saat yang sama, lahan wakaf yang dikembangkan dapat menjadi kawasan produktif sekaligus ruang hijau yang memberi manfaat bagi lingkungan.
Lebih dari sekadar aktivitas menanam pohon, kegiatan ini mempertemukan tiga nilai penting: wakaf yang dikembangkan, pendidikan yang dipraktikkan, dan lingkungan yang dijaga.
Semoga kerja sama Bank Syariah Nasional dan Yayasan Daarut Tauhiid dalam pengembangan lahan wakaf ini terus menghadirkan kebermanfaatan dan menjadi amal jariyah yang memberikan kebaikan dalam jangka panjang.
Semoga para santri PDF Daarut Tauhiid yang terlibat dalam kegiatan ini tumbuh menjadi generasi yang mencintai lingkungan, mampu menjaga amanah, memiliki wawasan yang luas, dan senantiasa berusaha menghadirkan manfaat sebagai insan yang rahmatan lil ’alamin.
Barakallahu fiikum.

