Satu Malam, Satu Niat: Menata Hati dan Rumah Menyambut Ramadhan
Pada senja hari Sabtu itu, suasana di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta terlihat agak berbeda. Banyak orang yang datang ke masjid, dan mereka tidak hanya datang untuk melakukan ibadah saja. Mereka juga membawa niat yang kuat di hati. Pada malam itu, para peserta berkumpul bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mengambil waktu sejenak dari kesibukan dunia dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan melalui kegiatan MABIT Daarut Tauhiid Jakarta.
Mengusung tema “Rumahku, Surgaku di Bulan Ramadhan”, MABIT ini diselenggarakan sebagai ikhtiar pembinaan ruhiyah jamaah dalam rangka menyiapkan hati, iman, dan suasana rumah tangga agar lebih bernilai ibadah. Tema tersebut lahir dari kesadaran akan tantangan kehidupan modern yang kerap menjauhkan rumah dari fungsinya sebagai pusat ibadah, ketenangan, dan pendidikan tauhid.
Kegiatan MABIT yang berlangsung pada Sabtu–Ahad, 24–25 Januari 2026 / 5–6 Sya’ban 1447 H, ini terbuka untuk umum, baik ikhwan maupun akhwat. Sejak pukul 17.00 WIB hingga pagi hari, jamaah mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangunkan kesadaran spiritual dan memperkuat kesiapan menyambut bulan suci.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian tematik yang mengajak peserta menata kembali orientasi hidup dan keluarga. Malam berlanjut dengan muhasabah diri, qiyamul lail, serta shalat berjamaah yang menghadirkan suasana hening, khusyuk, dan penuh refleksi. Dalam keheningan malam, banyak hati yang belajar jujur—tentang ibadah yang sering tertunda, rumah yang kurang hidup dengan dzikir, serta Ramadhan yang kerap berlalu tanpa bekas mendalam.
Kegiatan ini dibimbing oleh KH. Ahmad Rosyidin Mawardi dan Ust. Dadang Sukandar, serta qiyamul lail bersama Ust. Ikhsan Ahmad Fauzan, Lc. Dalam kegiatan ini, jamaah akan mempelajari tentang Manajemen Qalbu. Ini adalah pendekatan yang membantu jamaah memahami bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari hati yang teratur dan rumah yang diisi dengan nilai tauhid. Dengan demikian, jamaah dapat memahami bahwa perubahan besar bisa berawal dari hati yang ditata dan rumah yang dihidupkan dengan nilai tauhid.
MABIT Daarut Tauhiid Jakarta diharapkan menjadi momentum hijrah hati—agar Ramadhan tidak hanya disambut dengan kalender, tetapi dengan kesiapan iman, ketenangan jiwa, dan tekad menjadikan rumah sebagai “surga” yang menumbuhkan ibadah, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh anggota keluarga.





