Share

“Sifat Qona’ah, Artinya Cukup Ada Allah”

DKM DT — Setiap manusia memiliki kebutuhan dan keinginan. Tidak jarang, ketika harapan kita terkabul bahkan Allah berikan lebih dari yang diminta, keinginan justru ikut bertambah. Pengeluaran meningkat, standar hidup naik, namun hati tetap merasa kurang.

Padahal, rasa kurang itu bukan karena rezeki yang sedikit, melainkan karena belum tumbuhnya sifat qona’ah dalam hati—yaitu sikap menerima, ridha, dan merasa cukup atas apa yang telah Allah tetapkan.

Qona’ah: Rasa Cukup yang Menguatkan Hati

Qona’ah bukan berarti berhenti berusaha atau pasrah tanpa ikhtiar. Qona’ah adalah keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik dan paling dibutuhkan oleh hamba-Nya. Jika manusia hanya melihat hari ini, maka Allah telah mengetahui kebutuhan hidup kita dari awal hingga akhir.

Allah menegaskan bahwa rezeki setiap manusia telah berada dalam ketetapan-Nya:

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَۙ
فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ

“Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sungguh itu benar-benar janji yang pasti.”
(QS. Adz-Dzariyat: 22–23)

Ayat ini mengingatkan bahwa rezeki tidak semata-mata ditentukan oleh relasi, jabatan, atau kemampuan manusia. Rezeki sepenuhnya berada dalam kuasa Allah—Dzat yang tidak pernah lalai terhadap hamba-Nya.

Syukur Melahirkan Rasa Cukup

Hati yang dipenuhi rasa kurang akan sulit merasakan bahagia, meskipun hidup dalam kelimpahan. Karena itu Allah mengingatkan bahwa setiap nikmat, sekecil apa pun, berasal dari-Nya:

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan segala nikmat yang ada pada kalian adalah dari Allah.”
(QS. An-Nahl: 53)

Syukur bukan hanya ucapan di lisan, tetapi tercermin dari cara kita menjaga, menggunakan, dan mengarahkan rezeki kepada hal-hal yang diridhai Allah. Syukur juga berarti berhenti membandingkan rezeki diri dengan orang lain. Semakin kuat rasa syukur, semakin lapang hati menerima ketentuan Allah.

Ketika Hati Qona’ah, Hidup Menjadi Lapang

Seseorang yang memiliki sifat qona’ah akan merasakan:

  • Tidak mudah iri terhadap rezeki orang lain;
  • Lebih tenang menghadapi ujian hidup;
  • Lebih bijak dalam mengelola keinginan;
  • Lebih ringan dalam menjalani ibadah dan tanggung jawab hidup.

Ia memahami bahwa Allah-lah yang memberi, menahan, melapangkan, dan menyempitkan rezeki. Rasulullah ﷺ pun mengaitkan kebahagiaan sejati dengan rasa cukup:

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qona’ah atas apa yang diberikan.”
(HR. Muslim)

Cukup Ada Allah

Ketika seseorang mampu mengatur kebutuhannya dan mengendalikan keinginannya, di situlah qona’ah mulai tumbuh. Orang yang qona’ah bukanlah orang miskin, justru dialah orang yang paling kaya—karena hatinya tidak diperbudak oleh dunia.

Sebab, keberkahan rezeki tidak selalu diukur dari jumlahnya, tetapi dari ketenangan hati saat bersandar kepada Allah, Pemilik segala sesuatu.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang mudah bersyukur, lapang dalam menerima takdir, dan kuat menghadapi ujian rezeki.

Baarakallahufiikum.

(Irwina)

X