Share

Tim PKBM Daarut Tauhiid Study Banding ke Kampung Maghfirah Bogor untuk Pengembangan Pesantren Lansia

BOGOR — Dalam upaya memperkuat pengembangan program pesantren lansia, tim PKBM Daarut Tauhiid melaksanakan kegiatan study banding ke Kampung Maghfirah, Kabupaten Bogor, pada Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempelajari secara langsung pengelolaan program pembinaan lansia yang telah berjalan di Kampung Maghfirah.

Study banding ini mengusung tema “Belajar dari Kampung Maghfirah, Bertumbuh Bersama PMK: Study Banding untuk Peningkatan Kualitas Pesantren Lansia.” Dengan penuh antusias, tim PKBM Daarut Tauhiid berangkat sejak pagi untuk mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran dan diskusi bersama pengelola Kampung Maghfirah.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh tim pengelola Kampung Maghfirah. Kegiatan diawali dengan sambutan pembuka, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai profil serta sejarah Kampung Maghfirah yang didirikan oleh Dr. Ahmad Hatta pada tahun 2016.

Kampung Maghfirah dikenal sebagai pusat pendidikan Islam terpadu yang menyelenggarakan berbagai program pembinaan bagi berbagai kalangan usia, termasuk program khusus untuk para lansia.

Salah satu program yang menjadi fokus pembelajaran dalam kegiatan ini adalah Pesantren Husnul Khatimah (PHK). Program tersebut memiliki tujuan yang sejalan dengan Pesantren Masa Keemasan (PMK) yang dikembangkan oleh PKBM Daarut Tauhiid, yaitu membimbing para lansia dalam mempersiapkan akhir kehidupan dengan memperkuat tauhid, memahami konsep husnul khatimah, serta menata kembali prioritas hidup menuju kehidupan akhirat.

Melalui study banding ini, tim PKBM Daarut Tauhiid berkesempatan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program PHK, mulai dari metode pembinaan, pendekatan pembelajaran, hingga kegiatan intensif yang dijalankan oleh para peserta. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi berharga untuk pengembangan program PMK agar semakin relevan dengan kebutuhan jamaah.

Selain sesi pemaparan program, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan sharing pengalaman antara kedua lembaga. Dalam sesi ini, tim PKBM Daarut Tauhiid aktif bertukar gagasan mengenai strategi pengelolaan pesantren lansia, termasuk sistem pembinaan yang diterapkan di Kampung Maghfirah yang menekankan kaderisasi serta keterlibatan alumni dan mahasiswa sebagai pembimbing sekaligus pendamping jamaah.

Rombongan juga melakukan observasi langsung terhadap lingkungan pembinaan di Kampung Maghfirah. Suasana yang sarat dengan nilai dakwah, pendidikan, serta kebersamaan memberikan pengalaman yang menginspirasi bagi tim.

Melalui kegiatan study banding ini, tim PKBM Daarut Tauhiid memperoleh berbagai insight penting untuk pengembangan program Pesantren Masa Keemasan, khususnya dalam hal pengelolaan alumni, penguatan sistem pembinaan, serta integrasi antara pembinaan ruhiyah, sosial, dan manajerial.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan proses belajar bersama antar lembaga pendidikan Islam dapat menjadi energi baru dalam memperkuat dakwah, sekaligus menyiapkan generasi penerus yang melanjutkan estafet perjuangan umat.

Rangkaian kegiatan study banding ditutup dengan sesi dokumentasi bersama dan ungkapan rasa syukur dari seluruh peserta. Tim PKBM Daarut Tauhiid pun kembali dengan semangat baru serta berbagai inspirasi yang diharapkan dapat mendukung pengembangan program pesantren lansia di lingkungan Daarut Tauhiid.

X