Tips Ngaji Jauh: Ketika Hidup Perlu Seru dan Penuh Pahala
DKM DT — Ngaji bukan hanya soal menambah wawasan, tetapi juga soal perjalanan hati. Kadang, ketika kita berani melangkah lebih jauh untuk menghadiri sebuah majelis ilmu, justru di situlah Allah membukakan pintu keberkahan yang lebih luas. Ngaji jauh bisa menjadi pengalaman yang seru, berkesan, dan penuh pahala.
Niatkan Silaturahmi sebagai Ibadah
Perjalanan menuntut ilmu bisa menjadi pintu silaturahmi yang besar. Bertemu saudara seiman, berkenalan dengan jamaah baru, atau bahkan sekadar menyapa seseorang di masjid, semua itu termasuk bagian dari mempererat ukhuwah.
Allah Ta’ala berfirman:
“Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahmi.”
(QS. An-Nisa: 1)
Silaturahmi bukan hanya memperpanjang umur dan melapangkan rezeki, tetapi juga membuat perjalanan ngaji menjadi jauh lebih bermakna.
Niatkan untuk Tholabul ‘Ilmi
Datang ke majelis ilmu meskipun itu jauh jadikan sebagai amalan besar yang dicintai Allah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Langkah kaki ke kajian bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan menuju ridha Allah. Kadang, justru perjuangan untuk hadir itu yang menjadi sebab turunnya keberkahan ilmu.
Jadikan Perjalanan Ngaji sebagai Kenangan Berharga
Jalan jauh untuk menuntut ilmu akan membekas kuat dalam ingatan. Para ulama terdahulu pun melakukan perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan satu hadits atau bertemu satu guru.
Imam Ahmad berkata:
“Dengan perjalananlah seseorang mendapatkan bagian dari ilmu.”
Perjalanan yang melelahkan akan berubah menjadi kenangan manis ketika kita menyadari bahwa setiap langkah tercatat sebagai ibadah.
Hadir Langsung Jika Mampu
Tidak selamanya ngaji cukup dengan online. Kadang, suasana majelis, pandangan kepada guru, dan interaksi langsung memberikan pengaruh yang sangat berbeda.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk di sisi-Nya.”
(HR. Muslim)
Datang langsung memungkinkan kita merasakan sakinah dari kajian secara utuh.
Ngaji Jauh = Jalan-Jalan yang Bernilai Pahala
Ada sensasi berbeda ketika menghadiri kajian di tempat yang jauh, yaitu:
- Mendapatkan ilmu baru,
- Mengenal saudara baru,
- Merasakan pengalaman yang tak tergantikan.
Perjalanan ini seperti “wisata hati” yang tidak sekadar menyenangkan, tetapi juga menenteramkan.
Ibnu Mubarak rahimahullah berkata:
“Perjalanan jauh untuk menuntut ilmu adalah bagian dari memperbaiki agama dan akhlak seseorang.”
Mengusahakan hadir ke majelis ilmu merupakan bentuk keseriusan kita dalam mencari keberkahan. Hidup memang butuh hal-hal seru, tetapi yang paling seru adalah ketika keseruan itu mendekatkan kita kepada Allah.
Semoga setiap langkah menuju kajian menjadi langkah menuju kebaikan yang kekal.
Baarakallahufiikum
(Irwina)

