5 Cara Menjaga Diri di Zaman yang penuh Ujian
Di zaman ketika apa pun bisa dengan mudah dilihat, dibicarakan, dan disebarkan, menjaga diri menjadi hal yang semakin penting. Bukan hanya menjaga perilaku, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan apa yang kita ikuti.
Imam Fudhail bin Iyadh rahimahullah pernah memberikan nasihat:
قال الفضيل رحمه الله: هذا زمان احفظ لسانك واخف مكانك وعالج قلبك وخذ ما تعرف ودع ما تنكر
“Di zaman ini, jagalah lisanmu, sembunyikan keberadaanmu, obatilah hatimu, ambillah sesuatu yang kamu ketahui dan tinggalkanlah sesuatu yang kamu ingkari.”
Dari nasihat tersebut, ada lima hal yang bisa kita renungkan untuk menjaga diri di zaman ini.
1. Jaga Lisan
Tidak semua yang kita pikirkan harus diucapkan. Tidak semua yang kita tahu harus disampaikan.
Di zaman media sosial, satu ucapan bisa dengan cepat tersebar dan menjadi konsumsi banyak orang. Karena itu, sebelum berbicara, penting untuk bertanya kepada diri sendiri: apakah ini benar, perlu, dan membawa kebaikan?
Kalau tidak, diam bisa menjadi pilihan yang lebih selamat.
2. Jangan Selalu Ingin Terlihat
وَاخْفِ مَكَانَكَ — “Sembunyikan keberadaanmu.”
Bukan berarti kita harus menjauh dari kehidupan sosial. Namun, tidak semua hal tentang diri kita harus diketahui orang lain.
Kebaikan tidak selalu membutuhkan pengakuan. Ada amal yang justru lebih bernilai ketika hanya Allah yang mengetahuinya.
3. Obati Hati
Yang terlihat oleh manusia bisa kita perbaiki dengan mudah. Tetapi bagaimana dengan sesuatu yang tersembunyi di dalam hati?
Iri, sombong, riya, dengki, dan terlalu mencintai pujian adalah hal-hal yang perlu terus kita waspadai.
Karena itu, jangan hanya sibuk memperbaiki penampilan dan perilaku di hadapan manusia. Luangkan waktu untuk memperbaiki hati di hadapan Allah.
4. Ambil yang Benar-Benar Kamu Ketahui
Tidak semua informasi harus kita ikuti. Tidak semua pendapat harus kita yakini.
Belajarlah dari sumber yang jelas dan pahami sebelum ikut menyampaikan. Jangan sampai kita berbicara tentang sesuatu yang sebenarnya belum kita mengerti.
Mengetahui batas ilmu diri sendiri juga merupakan bagian dari menjaga diri.
5. Tinggalkan yang Tidak Perlu
Ada banyak hal yang sebenarnya tidak perlu kita ikut campuri.
Perdebatan yang tidak membawa manfaat, urusan orang lain, berita yang belum jelas, atau pembicaraan yang hanya menghabiskan waktu—semuanya bisa kita tinggalkan.
Tidak semua hal harus ditanggapi. Tidak semua persoalan harus menjadi urusan kita.
Pada akhirnya, menjaga diri bukan berarti menjauh dari dunia. Tetapi belajar untuk tahu kapan harus berbicara, kapan harus diam, kapan harus tampil, dan kapan lebih baik menyimpan diri.
Nasihat Imam Fudhail bin Iyadh rahimahullah ini mengingatkan kita bahwa semakin ramai zaman, semakin kita perlu belajar menjaga diri.
Jaga lisan. Jaga hati. Jaga apa yang kita lihat, dengar, dan ikuti. Karena tidak semua yang ada di hadapan kita harus kita masuki.
Sumber: Minhajul ‘Abidin, hlm. 16.


