Cara Agar ‘Hafalan Lama’ Tidak Kalah oleh ‘Hafalan Baru’
Banyak orang ingin hafal Al Quran, tapi tidak sedikit yang mulai kesulitan saat masuk ke tahap menjaga hafalan. Padahal, murojaah bukan hanya tugas bagi yang hafalannya sudah banyak. Justru sejak hafalan masih sedikit, kebiasaan murojaah harus mulai dibangun. Karena hafalan Al Quran itu bukan tentang seberapa cepat menambah ayat, tapi seberapa kuat kita menjaganya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَعَاهَدُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا
“Jagalah Al Quran ini. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat lepas daripada unta dari ikatannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Artinya, hafalan yang tidak dijaga perlahan akan pergi, bahkan dari orang yang pernah sangat lancar sekalipun.
Karena itu, jangan menunggu punya waktu luang baru mulai murojaah. Justru biasakan menyelipkan Al Quran di sela-sela aktivitas harian. Murojaah bisa dilakukan setelah shalat, sebelum tidur, saat perjalanan, atau beberapa menit sebelum memulai pekerjaan. Tidak harus lama, yang penting rutin. Bahkan untuk pemula yang baru punya beberapa surat atau beberapa halaman hafalan, istiqomah mengulang jauh lebih penting daripada terburu-buru menambah hafalan baru.
Supaya lebih mudah menjaga hafalan, coba lakukan beberapa langkah sederhana ini:
- Tentukan waktu khusus murojaah setiap hari
Tidak perlu langsung lama. Mulailah dari 10–15 menit yang benar-benar rutin. Karena hafalan lebih kuat dijaga dengan konsistensi kecil daripada semangat besar yang hanya sesaat. - Gunakan hafalan dalam shalat
Cobalah membaca hafalan saat shalat sunnah atau shalat wajib. Selain membantu hafalan lebih melekat, cara ini juga membuat shalat terasa lebih hidup dan dekat dengan Al Quran. - Dengarkan murattal di sela aktivitas
Saat perjalanan, beres-beres, atau sebelum tidur, biasakan mendengarkan murattal ayat yang sedang dihafal. Semakin sering telinga mendengar, semakin mudah lisan dan hati mengingatnya. - Jangan terburu-buru menambah hafalan baru
Kadang kita terlalu fokus mengejar target tambah hafalan, sampai lupa menjaga yang lama. Padahal hafalan yang sedikit tapi kuat jauh lebih baik daripada banyak tapi mudah hilang. - Cari teman atau lingkungan yang mendukung murojaah
Lingkungan yang baik bisa membantu kita tetap semangat. Punya teman saling menyimak hafalan atau sekadar saling mengingatkan akan membuat perjalanan menjaga Al Quran terasa lebih ringan.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Qamar: 17).
Jangan merasa minder kalau hafalan sahabat belum banyak. Sebab menjaga beberapa ayat dengan sungguh-sungguh lebih baik daripada memiliki banyak hafalan tapi perlahan ditinggalkan. Yang terpenting adalah terus membersamai Al Quran setiap hari. Karena sejatinya, waktu murojaah itu dicari, bukan ditunggu. [ATS]

