DTSC for Kids & Teens 2026: Mengisi Liburan Melalui Petualangan Iman, Karakter, dan Kebersamaan
Bandung — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat PKBM Daarut Tauhiid menyelenggarakan kegiatan DTSC for Kids & Teens pada 26–28 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu ikhtiar pendidikan karakter bagi anak-anak dan remaja agar mampu tumbuh menjadi pribadi muslim yang berani, berakhlak, mandiri, serta memiliki kedekatan dengan Allah SWT.
Kegiatan DTSC for Kids & Teens tahun ini diikuti oleh 78 peserta, yang terbagi ke dalam dua kategori, yaitu Kids dan Teens. Untuk kategori Kids (Usia 6 – 10 Tahun), jumlah peserta sebanyak 44 orang, terdiri dari 28 ikhwan dan 16 akhwat. Sementara itu, kategori Teens diikuti oleh 34 peserta, terdiri dari 21 ikhwan dan 13 akhwat.

Jumlah peserta tersebut menunjukkan antusiasme yang besar dari keluarga dan masyarakat terhadap program pembinaan anak dan remaja berbasis nilai-nilai Islam. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kegiatan seperti DTSC for Kids & Teens menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk belajar mengenal diri, membangun keberanian, memperkuat adab, serta merasakan pengalaman tumbuh dalam lingkungan yang positif dan penuh nilai.
Rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama dengan registrasi dan penyambutan peserta. Momen ini menjadi awal pertemuan para peserta dengan lingkungan program, fasilitator, dan teman-teman baru. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan opening dan ice breaking untuk membangun suasana akrab, ceria, dan nyaman. Anak-anak serta remaja diajak untuk mulai membuka diri, berani berkenalan, dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu materi utama pada hari pertama adalah sesi Story Telling: Petualang Sang Pemberani untuk peserta Kids. Melalui pendekatan cerita, anak-anak diajak memahami makna keberanian dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Keberanian yang dimaksud bukan sekadar berani tampil atau mencoba hal baru, tetapi juga berani berkata jujur, berani meminta maaf, berani berbuat baik, dan berani taat kepada Allah meskipun tidak selalu mudah.
Sementara itu, peserta Teens mengikuti materi The Real Influencer: Main Character or People Pleaser. Materi ini menjadi sangat relevan bagi remaja masa kini yang hidup di tengah kuatnya pengaruh media sosial, tren pergaulan, dan keinginan untuk diterima oleh lingkungan. Para peserta diajak merenungkan pertanyaan penting: apakah hidup ini hanya untuk menyenangkan penilaian orang lain, atau untuk menjadi pribadi yang punya prinsip, nilai, dan tujuan hidup yang jelas?
Melalui materi tersebut, para remaja diingatkan bahwa menjadi “influencer” sejati bukan diukur dari jumlah pengikut, pujian, atau popularitas, tetapi dari seberapa besar kebaikan yang bisa diberikan. Remaja muslim yang kuat adalah mereka yang mampu menjaga identitas, tidak mudah terbawa arus, dan berani menjadi diri sendiri dalam ketaatan kepada Allah.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti persiapan shalat Maghrib berjamaah, makan malam, shalat Isya, serta fasil time dengan agenda Berani Bicara Benar. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk belajar menyampaikan pendapat, mengungkapkan perasaan, dan melatih keberanian berbicara dengan adab. Anak-anak dan remaja tidak hanya dilatih untuk berbicara, tetapi juga belajar mendengar, menghargai, dan menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik.
Hari kedua mengangkat semangat Growing Better, yaitu bertumbuh menjadi lebih baik. Kegiatan dimulai sejak dini hari dengan pengondisian bangun, tahajud berjamaah, shalat Subuh berjamaah, Al-Matsurat, dan sedekah Subuh. Rangkaian ini menjadi pembiasaan ruhiyah yang sangat penting, agar peserta merasakan bahwa hari yang baik dimulai dengan mengingat Allah.
Setelah itu, peserta mengikuti pembiasaan tilawah bersama, fun walk mengelilingi kawasan Eco, sarapan, serta kegiatan pribadi santri. Aktivitas pagi ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan mengikuti jadwal dengan tertib.
Pada hari kedua, peserta Kids mengikuti Crafting Time: Totebag Coloring. Melalui kegiatan kreatif ini, anak-anak diberi ruang untuk mengekspresikan diri, melatih fokus, serta belajar menghasilkan karya dengan kesabaran. Kegiatan sederhana seperti mewarnai totebag bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses: bagaimana anak belajar tekun, rapi, sabar, dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

Materi berikutnya untuk Kids adalah Story Telling 2: Kisah Birrul Walidain. Melalui kisah yang dekat dengan kehidupan anak, peserta diajak memahami pentingnya berbakti kepada orang tua. Mereka belajar bahwa ayah dan ibu adalah pintu kebaikan yang harus dimuliakan. Berbakti kepada orang tua tidak selalu harus dengan hal besar, tetapi bisa dimulai dari ucapan yang lembut, sikap yang sopan, membantu di rumah, mendoakan, dan tidak menyakiti hati mereka.
Pada siang hari, peserta melaksanakan makan siang, qailulah, dan shalat Dzuhur berjamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Eco 1 dan agenda Sunnah Sport: Horse Riding and Archery Class. Kegiatan berkuda dan memanah menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi peserta. Selain memperkenalkan olahraga sunnah, kegiatan ini juga melatih keberanian, fokus, keseimbangan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengikuti instruksi.


Melalui berkuda, peserta belajar mengendalikan rasa takut dan membangun keberanian. Melalui memanah, peserta belajar fokus pada tujuan, tenang sebelum bertindak, dan sabar dalam proses. Dua aktivitas ini memberikan pelajaran bahwa untuk mencapai sesuatu, seseorang perlu kesiapan, arahan, latihan, dan ketenangan hati.
Malam harinya, peserta mengikuti makan malam, shalat Isya, dan fasil time dalam suasana malam keakraban. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar peserta, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan rasa saling menghargai. Dalam kebersamaan tersebut, peserta belajar bahwa persahabatan yang baik adalah persahabatan yang saling menguatkan dalam kebaikan.

Hari ketiga mengusung semangat Keep The Good, yaitu menjaga kebaikan yang telah dibangun selama program. Seperti hari sebelumnya, kegiatan dimulai dengan pengondisian bangun, tahajud berjamaah, shalat Subuh berjamaah, Al-Matsurat, dan sedekah Subuh. Setelah itu, peserta melakukan persiapan fun games dan mengikuti agenda Treasure Hunt: Find the Pearl of Quran.

Treasure Hunt menjadi kegiatan yang tidak hanya seru, tetapi juga sarat makna. Peserta diajak untuk bergerak, bekerja sama, berpikir, dan mencari “mutiara” nilai dari Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, anak-anak dan remaja belajar bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang harus dicari, dipahami, dan dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Kebaikan bukan sesuatu yang datang begitu saja, tetapi harus diupayakan, dicari, dan diamalkan.
Setelah kegiatan pribadi santri, rangkaian acara dilanjutkan dengan Penutupan Program bersama orang tua. Momen ini menjadi bagian yang sangat penting, karena orang tua turut menyaksikan akhir dari proses pembinaan yang telah diikuti anak-anak mereka selama program berlangsung. Penutupan bukan hanya menjadi acara akhir, tetapi juga menjadi jembatan agar nilai-nilai yang telah ditanamkan selama program dapat terus dilanjutkan di rumah.

Salah satu pesan mendalam dari kegiatan DTSC for Kids & Teens adalah bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan ruang bertumbuh yang sehat. Mereka membutuhkan lingkungan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengarahkan. Mereka membutuhkan kegiatan yang tidak hanya membuat bahagia, tetapi juga membentuk karakter. Mereka membutuhkan teladan, bimbingan, dan pengalaman yang membantu mereka mengenal nilai hidup sejak dini.
Melalui DTSC for Kids & Teens, PKBM Daarut Tauhiid berikhtiar menghadirkan program yang memadukan unsur spiritual, edukatif, kreatif, dan rekreatif. Peserta tidak hanya diajak untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk mengenal Allah, mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, membangun keberanian, melatih kemandirian, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama.
Dengan mengusung semangat Growing Better dan Keep The Good, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi lebih baik selama mengikuti program, tetapi juga mampu menjaga kebaikan tersebut setelah kembali ke rumah. Kebiasaan shalat, tilawah, berkata baik, menghormati orang tua, menjaga adab, berani berbuat benar, dan memilih pergaulan yang baik diharapkan terus menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Semoga kegiatan DTSC for Kids & Teens 2026 menjadi wasilah lahirnya generasi muslim yang berani, beradab, mandiri, mencintai orang tua, dekat dengan Al-Qur’an, serta mampu menjadi cahaya kebaikan di tengah keluarga, sekolah, dan masyarakat.


__________________________
🌿 Tertarik bergabung menjadi santri PKBM Daarut Tauhiid?
Mari bersama belajar, bertumbuh, dan memperbaiki diri dalam lingkungan pendidikan yang insyaAllah penuh nilai kebaikan.
📌 Pendaftaran santri baru telah dibuka.
Program Pesantren Mahasiswa
Dauroh Qolbiyah
Akhlaq Plus Wirausaha
Pesantren Masa Keemasan
📲 WhatsApp PKBM Daarut Tauhiid:
0811-2000-480


