Haflah Tasyakur SPS Eco Pesantren DT 2026 : Momentum Syukur, Apresiasi, dan Doa untuk Tumbuhnya Generasi Shalih-Shalihah
Bandung — Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid, PKBM Daarut Tauhiid menyelenggarakan kegiatan Haflah Tasyakur dan Pentas Seni SPS Eco Pesantren DT pada Kamis, 25 Juni 2026, bertempat di Aula Daarul Hajj. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB dengan suasana penuh syukur, haru, kebahagiaan, dan kebanggaan.
Haflah Tasyakur ini menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SPS Eco Pesantren DT. Bukan hanya sebagai acara akhir tahun pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mensyukuri proses tumbuh kembang anak-anak selama mengikuti pendidikan di lingkungan SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid.
Pada kegiatan ini, sebanyak 70 siswa hadir mengikuti rangkaian acara, terdiri dari 35 siswa ikhwan dan 35 siswa akhwat. Kehadiran mereka turut didampingi oleh 142 orang tua, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh 5 tamu undangan VIP, di antaranya Ketua Himpaudi Parongpong, Bunda PAUD Cigugurgirang, penasehat, serta penilik dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran para orang tua dan tamu undangan menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan anak usia dini. Sebab, pendidikan anak bukan hanya tugas sekolah, tetapi merupakan kerja sama antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan yang baik.
Haflah Tasyakur ini bukan sekadar acara perpisahan atau penampilan akhir tahun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi tanda bahwa setiap anak telah melewati proses belajar yang penuh makna. Mereka belajar mengenal huruf, angka, lagu, doa, adab, kemandirian, keberanian, serta kebiasaan-kebiasaan baik yang diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan mereka.
Di usia dini, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diterima anak. Pendidikan pada masa ini adalah tentang bagaimana anak merasa dicintai, diarahkan, dibimbing, dan dikenalkan kepada nilai-nilai kebaikan. Setiap senyum guru, setiap nasihat lembut, setiap pembiasaan adab, dan setiap aktivitas sederhana yang dilakukan di sekolah menjadi bagian penting dari proses membangun karakter anak.
Salah satu bagian yang berkesan dalam acara ini adalah prosesi kirab siswa akhir. Dengan iringan shalawat, anak-anak tampil di hadapan orang tua dan tamu undangan. Prosesi ini menjadi simbol bahwa anak-anak telah melewati satu fase pembelajaran dengan penuh perjuangan, keceriaan, dan pengalaman yang tidak terlupakan.

Acara semakin bermakna dengan hadirnya tausiyah dari KH. Abdullah Gymnastiar. Tausiyah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh hadirin, khususnya para orang tua, bahwa anak adalah amanah yang sangat berharga dari Allah SWT. Anak-anak membutuhkan kasih sayang, keteladanan, doa, dan pendidikan yang menumbuhkan akhlak.
Dalam momentum Haflah Tasyakur ini, pesan yang perlu direnungkan adalah bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari tumbuhnya adab, akhlak, kemandirian, rasa hormat kepada orang tua, cinta kepada guru, serta kedekatan kepada Allah. Anak-anak yang shalih dan shalihah tidak tumbuh secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi doa, kesabaran, pembiasaan, dan teladan.
Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak di rumah. Apa yang telah dibiasakan di sekolah perlu dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika di sekolah anak belajar berdoa, berkata baik, tertib, berbagi, dan menghormati guru, maka di rumah nilai-nilai tersebut perlu terus dikuatkan dengan suasana keluarga yang penuh kasih sayang dan keteladanan.

Puncak prosesi pelepasan siswa akhir ditandai dengan pengalungan medali dan foto siswa bersama keluarga. Momen ini menjadi simbol apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani anak-anak. Medali yang dikenakan bukan hanya tanda kelulusan atau pencapaian, tetapi juga pengingat bahwa setiap anak memiliki perjalanan tumbuhnya masing-masing.
Bagi orang tua, momen pengalungan medali menjadi saat yang penuh haru. Di balik senyum anak-anak, ada perjuangan orang tua yang mengantar, mendampingi, mendoakan, dan mendukung setiap proses pendidikan. Di balik penampilan anak-anak, ada kesabaran guru yang membimbing dengan hati. Dan di balik terselenggaranya kegiatan ini, ada kerja sama banyak pihak yang berusaha menghadirkan pengalaman terbaik bagi anak-anak.

Setelah prosesi pelepasan siswa akhir, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni. Pentas seni menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, menampilkan keberanian, serta menunjukkan hasil latihan dan pembelajaran yang telah mereka jalani. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Beberapa kelompok menampilkan karya seni yang menarik dan penuh keceriaan. Kelompok Sa’ad bin Abi Waqash menampilkan Tarian Cingcangkeling, kelompok Abdurrahman bin Auf membawakan Hayu Urang Ulin di Buruan, kelompok Thalhah bin Ubaidillah menampilkan Kaulinan Barudak, serta kelompok Zubair bin Awwam dan Khalid bin Walid membawakan Manuk Dadali.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari pembelajaran budaya, ekspresi diri, kebersamaan, dan keberanian. Anak-anak belajar bahwa tampil di depan banyak orang membutuhkan latihan, kesabaran, kerja sama, dan dukungan dari teman-teman serta guru.

Haflah Tasyakur SPS Eco Pesantren DT tahun ini membawa pesan mendalam bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi besar bagi masa depan. Masa kecil adalah masa yang sangat berharga, karena pada masa inilah nilai-nilai dasar mulai ditanamkan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, rasakan, dan alami setiap hari.
Karena itu, lingkungan pendidikan yang baik sangat dibutuhkan agar anak-anak tumbuh dalam suasana yang aman, menyenangkan, religius, dan penuh keteladanan. SPS Eco Pesantren DT berikhtiar menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan anak, tetapi juga menanamkan nilai tauhid, adab, kemandirian, cinta lingkungan, serta kecintaan kepada kebaikan.
Haflah Tasyakur ini juga menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi yang Allah titipkan. Tugas orang tua dan pendidik bukan membandingkan anak satu dengan yang lain, tetapi membantu setiap anak menemukan dan menumbuhkan kebaikan yang ada dalam dirinya. Ada anak yang cepat berbicara, ada yang lebih kuat dalam gerak, ada yang mudah menghafal, ada yang penuh rasa ingin tahu, dan ada yang perlahan-lahan tumbuh dengan caranya sendiri.
Setiap anak berharga. Setiap anak memiliki jalan tumbuhnya masing-masing. Dan setiap proses kecil yang mereka lalui patut disyukuri.
Atas perhatian dan dukungan seluruh pihak, kami ucapkan jazaakumullaahu khairan katsiran. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari amal shalih yang diridhai-Nya. Aamiin.


