Share

Belajar Mencintai Alam Sejak Dini, Siswa SPS Eco Pesantren Antusias Menanam Pakcoy

Bandung, 28 Oktober 2026 – Mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang menyenangkan. Pada Rabu (28/10/2026), siswa SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid mengikuti kegiatan praktik menanam sayuran pakcoy menggunakan polybag sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal dunia tumbuhan sekaligus memahami proses pertumbuhan tanaman. Dengan didampingi para guru, siswa diperkenalkan pada media tanam, bibit pakcoy, serta cara menanam dan merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Suasana pembelajaran berlangsung penuh antusiasme. Anak-anak tampak bersemangat mengamati tanaman, mengenal tanah sebagai media tumbuh, dan memperlihatkan hasil kegiatan menanam mereka. Melalui pengalaman tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar menghargai alam sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT.

Mengenal dan Mempraktikkan Proses Menanam Pakcoy

Kegiatan diawali dengan pengenalan tanaman pakcoy sebagai salah satu jenis sayuran hijau yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Guru menjelaskan bagian-bagian tanaman, kebutuhan dasar tumbuhan, serta pentingnya tanah, air, udara, dan sinar matahari bagi pertumbuhan tanaman.

Selanjutnya, anak-anak diperkenalkan pada alat dan bahan yang digunakan untuk menanam, seperti tanah sebagai media tanam, bibit pakcoy, polybag, dan alat berkebun sederhana. Guru memperlihatkan tekstur tanah serta menjelaskan fungsinya sebagai tempat akar berkembang dan memperoleh unsur hara.

Setelah mendapatkan penjelasan, anak-anak diajak mengenal tahapan penanaman pakcoy secara sederhana, yaitu:

  1. Menyiapkan media tanam. Anak-anak belajar mengenal tanah yang akan digunakan dan memasukkannya ke dalam polybag sebagai tempat tumbuh tanaman.
  2. Membuat lubang tanam. Media tanam diberi lubang kecil untuk menempatkan bibit pakcoy agar akarnya dapat berkembang.
  3. Menanam bibit pakcoy. Bibit dimasukkan secara perlahan ke dalam lubang tanam dengan memperhatikan posisi akar dan batang tanaman.
  4. Menutup dan merapikan tanah. Bagian akar ditutup kembali menggunakan tanah, kemudian dirapikan secara hati-hati agar tanaman dapat berdiri dengan baik.
  5. Mengenal cara penyiraman. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa tanaman membutuhkan air yang cukup dan harus dirawat secara rutin agar dapat tumbuh sehat.

Menanam pakcoy bukan sekadar aktivitas berkebun, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk bersabar, bertanggung jawab, mengembangkan koordinasi motorik halus, serta memahami bahwa setiap tanaman membutuhkan perhatian dan perawatan untuk dapat tumbuh.

Melalui kegiatan menanam pakcoy, SPS Eco Pesantren Daarut Tauhiid berupaya menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, rasa syukur atas nikmat Allah SWT, dan kebiasaan menjaga serta merawat alam sejak dini.

Dari tangan-tangan kecil yang belajar menanam hari ini, diharapkan tumbuh generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan mencintai lingkungan di masa depan.

X