Share

Membersihkan Hati dengan Murojaah

Salah satu nikmat terbesar bagi seorang penghafal Al Quran adalah memiliki kesempatan untuk terus berinteraksi dengan Kalamullah. Namun, sering kali waktu yang seharusnya digunakan untuk murojaah justru habis untuk obrolan yang tidak bermanfaat. Padahal hati itu seperti wadah. Semakin banyak diisi dengan perkataan sia-sia, semakin sempit ruangnya untuk menerima dan menjaga ayat-ayat Al Quran.

Allah ﷻ berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ۝ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya dan menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna.”
(QS. Al-Mu’minun: 1–3)

Ayat ini mengajarkan bahwa salah satu ciri orang beriman adalah mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat. Bagi penghafal Al Quran, salah satu bentuknya adalah mengganti sebagian waktu ngobrol yang tidak perlu dengan murojaah hafalan.

Semakin sering lisan digunakan untuk mengulang ayat-ayat Allah, semakin sedikit kesempatan bagi lisan untuk terjatuh dalam ghibah, candaan berlebihan, atau pembicaraan yang tidak bernilai. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Murojaah adalah salah satu bentuk perkataan terbaik yang bisa memenuhi waktu seorang muslim, karena setiap huruf yang dibaca bernilai pahala di sisi Allah.

Karena itu, cobalah untuk lebih sering mengganti waktu luang dengan murojaah. Saat menunggu antrean, saat perjalanan, setelah shalat, atau sebelum tidur, gunakan beberapa menit untuk mengulang hafalan. Mungkin awalnya terasa berat, tetapi lama-kelamaan hati akan merasakan ketenangan yang berbeda. Sebab Al Quran bukan hanya menjaga hafalan, tetapi juga membersihkan hati orang yang membacanya.

Hati penghafal Al Quran hanya akan bersih bila murojaahnya mengalahkan bicaranya. Semakin sering murojaah, insyaaAllah hati juga semakin bersih. Ketika ayat-ayat Allah lebih sering keluar dari lisan daripada perkataan yang sia-sia, saat itulah seorang penghafal Al Quran sedang menjaga bukan hanya hafalannya, tetapi juga hatinya. [ATS]

X