Share

Sunyi dalam Perjuangan, Mulia di Hadapan Allah

Tidak semua perjuangan harus diumumkan. Ada orang-orang yang memilih diam, tapi diam-diam sedang berjuang setiap hari bersama Al Quran. Mengulang hafalan saat orang lain terlelap, menjaga ayat demi ayat di tengah lelahnya aktivitas, dan terus bertahan meski prosesnya panjang. Diam seperti ini indah. Karena yang mereka kejar bukan pujian manusia, tapi kemuliaan di sisi Allah ﷻ.

Menjadi penghafal dan penjaga Al Quran memang bukan jalan yang ringan. Tapi di balik itu, Allah siapkan kemuliaan yang besar, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk kedua orang tuanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْؤُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ
“Barangsiapa membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari.” (HR. Abu Dawud).

Betapa banyak anak yang hari ini sedang diam-diam berjuang, ternyata sedang menyiapkan hadiah terbesar untuk ayah dan bundanya di akhirat kelak.

Maka jangan remehkan langkah-langkah kecil dalam menjaga Al Quran. Satu halaman yang diulang berkali-kali, satu ayat yang terus dijaga agar tidak lupa, semuanya bernilai besar di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Kemuliaan itu tidak selalu terlihat di dunia. Kadang ia tumbuh dalam sunyi, dalam perjuangan yang hanya diketahui oleh Allah.

Kalau hari ini perjuanganmu masih sepi dari tepuk tangan manusia, tidak apa-apa. Tetap lanjutkan. Sebab mungkin di setiap huruf yang kau jaga, ada tangis haru kedua orang tuamu kelak di surga. Dan mungkin, mahkota itu sedang dipersiapkan… dari hafalan-hafalan yang hari ini kamu perjuangkan dalam diam.

X