Haflah Takrim Tahfidz Al Quran XIII, Baitul Quran DT Teguhkan Ikrar Penjaga Al Quran Sepanjang Hayat
Bandung — Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia menyelenggarakan Haflah Takrim Tahfidz Al Quran XIII pada Sabtu (27/6/2026) di Dome Central V Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, haflah tahun ini dilaksanakan secara bersamaan dengan dua unit pendidikan lainnya di bawah naungan Lembaga Tarbiyah Yayasan Daarut Tauhiid Khadimul Ummat sebagai wujud sinergi dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak dan berkontribusi bagi umat.
Acara turut dihadiri oleh Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kota Bandung, Dr. H. Fahmi Farhan, S.Ag., M.A.P., Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), serta Pembina Baitul Quran DT, Ustadz Suherman, S.Ag., Al-Hafidz.
Dalam tausiyahnya, Aa Gym menyampaikan pesan yang menguatkan seluruh santri dan tamu undangan yang hadir. Beliau menegaskan bahwa tidak ada istilah mantan santri. Sekali menjadi santri, maka selamanya tetap menjadi bagian dari keluarga pesantren. Meski kelak tidak lagi tinggal di lingkungan pesantren, kedekatan itu tidak akan pernah terputus. Menurut beliau, yang benar-benar menjauhkan seseorang bukanlah jarak atau waktu, melainkan ketika ia mulai menjauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sementara itu, salah satu momen paling sakral dalam Haflah Takrim ini adalah pembacaan Bai’atul Huffadz, yaitu ikrar yang diucapkan oleh para wisudawan 30 juz di hadapan guru, orang tua, dan seluruh tamu undangan. Di dalam baiat tersebut, para hafidz berkomitmen untuk senantiasa bertakwa dan taat kepada Allah, menjauhi segala bentuk kemaksiatan, serta menjaga Al Quran sepanjang hayat dengan terus membaca, menghafal, mengamalkan, dan mendakwahkannya. Tradisi ini menjadi ciri khas Baitul Quran DT sebagai bentuk kasih sayang para guru dan lembaga agar para santri tidak hanya selesai menghafal, tetapi juga terus hidup bersama Al Quran hingga akhir hayat.
Haflah Takrim ini tentu bukan sekedar seremoni kelulusan atau penghargaan atas capaian hafalan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya amanah baru bagi para wisudawan untuk membawa nilai-nilai Al Quran ke tengah keluarga, masyarakat, dan kehidupan. Harapannya, setiap lulusan Baitul Quran DT tidak hanya dikenal sebagai penghafal Al Quran, tetapi juga menjadi pribadi yang menghadirkan Al Quran dalam lisan, akhlak, dan setiap langkah kehidupannya. [ATS]

