Keutamaan Menjaga Lisan dalam Islam
Lisan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada manusia. Dengan lisan, kita dapat menyampaikan ilmu, memberikan semangat, berdakwah, bahkan menghibur orang lain. Namun, lisan juga bisa menjadi penyebab seseorang terjerumus ke dalam dosa apabila tidak dijaga dengan baik.
Di zaman sekarang, menjaga lisan tidak hanya berarti menjaga ucapan, tetapi juga menjaga apa yang kita tulis di media sosial, kolom komentar, maupun pesan yang kita kirimkan. Sebab, setiap perkataan dan tulisan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS. Qaf: 18)
Lalu, apa saja keutamaan menjaga lisan?
1. Menjadi Tanda Kesempurnaan Iman
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga lisan adalah bagian dari keimanan. Seorang muslim tidak hanya dinilai dari ibadahnya, tetapi juga dari bagaimana ia menjaga ucapannya.
2. Mendapatkan Pahala dari Ucapan yang Baik
Ucapan yang baik tidak pernah sia-sia. Mengucapkan salam, berdzikir, mendoakan orang lain, memberikan nasihat, hingga menyemangati sesama termasuk amalan yang bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Terkadang, satu kalimat yang baik mampu menguatkan hati seseorang dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
3. Terhindar dari Dosa Ghibah, Fitnah, dan Dusta
Banyak dosa berawal dari lisan yang tidak dijaga. Ghibah, fitnah, adu domba, hingga berkata dusta sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar.
Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya:
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain…”
(QS. Al-Hujurat: 12)
Karena itu, sebelum berbicara, biasakan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah ucapan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah akan menyakiti orang lain?”
4. Membawa Ketenangan dalam Hubungan Sesama
Perkataan yang lembut mampu menciptakan kedamaian, sementara ucapan yang kasar sering kali memicu perselisihan. Menjaga lisan membuat hubungan dengan keluarga, teman, maupun masyarakat menjadi lebih harmonis.
Tidak semua hal harus ditanggapi. Terkadang memilih diam adalah bentuk kebijaksanaan.
5. Menjadi Jalan Menuju Surga
Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan bahwa seseorang bisa mendapatkan kemuliaan hanya karena satu ucapan yang diridhai Allah. Sebaliknya, satu ucapan yang dianggap sepele bisa menjadi penyebab seseorang mendapatkan murka-Nya.
Karena itu, setiap kata yang keluar dari lisan hendaknya dipikirkan terlebih dahulu agar menjadi kebaikan, bukan penyesalan.
Menjaga lisan memang tidak mudah, tetapi bisa dilatih setiap hari. Mulailah dengan membiasakan berkata jujur, menghindari ghibah, memperbanyak dzikir, dan memilih diam ketika tidak ada manfaat yang bisa disampaikan.
Semoga Allah SWT menjadikan lisan kita senantiasa dipenuhi dengan ucapan yang baik, membawa manfaat bagi sesama, dan menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak. Aamiin.
Penerimaan Santri Baru PDF Daarut Tauhiid Masih Dibuka!
Mari belajar ilmu agama dalam lingkungan pesantren yang membentuk akhlak, adab, dan kecintaan kepada Al-Qur’an.
Informasi & Pendaftaran: 0822-9896-9329
“Ilmu yang bermanfaat akan lebih indah jika dihiasi dengan akhlak yang mulia.”

