Share

Wisuda Dauroh Qolbiyah Angkatan 126: Momentum Menjaga Istiqamah dan Mengamalkan Ilmu

BANDUNG – Pesantren Daarut Tauhiid menyelenggarakan Wisuda Dauroh Qolbiyah (DQ) Angkatan 126 pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para santri setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan pesantren yang berfokus pada pembinaan akhlak, penguatan spiritual, dan penerapan nilai-nilai Manajemen Qolbu dalam kehidupan sehari-hari.

Wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi penanda dimulainya fase baru bagi para santri untuk mengamalkan ilmu dan kebiasaan baik yang telah dibangun selama mengikuti pendidikan di pesantren.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan santri. Momen ini menjadi ruang bagi santri untuk mengungkapkan pengalaman, pembelajaran, serta perubahan yang dirasakan selama menjalani proses pendidikan di Dauroh Qolbiyah.

Suasana kebersamaan semakin terasa melalui penayangan video dokumentasi yang menampilkan perjalanan para santri selama berada di pesantren. Berbagai kenangan, mulai dari kegiatan pembelajaran, pembiasaan ibadah, hingga kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pengingat atas proses yang telah dilalui bersama.

Salah satu agenda utama dalam wisuda tersebut adalah tausyiah yang disampaikan oleh pimpinan pesantren. Tausyiah menjadi penguatan spiritual sekaligus pengingat bagi para santri agar senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT, memperbaiki akhlak, serta mempertahankan semangat belajar dan beribadah setelah menyelesaikan program.

Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan dengan pembagian sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas penyelesaian pendidikan Dauroh Qolbiyah Angkatan 126.

Momen haru hadir melalui pembacaan surat cinta dari santri kepada orang tua. Melalui surat tersebut, para santri menyampaikan ungkapan kasih sayang, rasa terima kasih, serta refleksi atas hubungan mereka dengan kedua orang tua.

Agenda ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran tentang birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan penghormatan dan kebaikan kepada kedua orang tua sebagai salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pelepasan syal, yang menjadi salah satu simbol khas perjalanan pendidikan santri Dauroh Qolbiyah. Pelepasan syal memiliki makna simbolis sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan formal di pesantren sekaligus awal dari tanggung jawab baru untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari.

Selama mengikuti program Dauroh Qolbiyah, santri dibimbing untuk membangun kedisiplinan, meningkatkan kualitas ibadah, mengenali diri, serta memperbaiki hati dan perilaku melalui pendekatan Manajemen Qolbu.

Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga membentuk karakter yang lebih sabar, bertanggung jawab, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

Melalui Wisuda Dauroh Qolbiyah Angkatan 126, Pesantren Daarut Tauhiid berharap para alumni mampu melanjutkan proses perbaikan diri secara istiqamah dan menjadi pribadi yang membawa manfaat di tengah masyarakat.

Sebab, keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya diukur dari selesainya masa belajar, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan nilai-nilai kebaikan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Wisuda menjadi akhir dari sebuah tahapan pendidikan, namun sekaligus menjadi awal perjalanan panjang untuk terus menata hati, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

X