Diklatsar APW 45: Menempa Mental, Menguatkan Akhlak, dan Membangun Jiwa Kepemimpinan
BANDUNG – Pesantren Daarut Tauhiid melalui program Akhlak Plus Wirausaha (APW) Angkatan 45 menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) pada 26–28 September 2026, bertempat di kawasan Cijanggel Camping Ground, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini menjadi bagian dari proses pembinaan karakter santri APW dalam menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, ketangguhan, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Mengusung semangat pembentukan pribadi berakhlak dan tangguh, para santri mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk melatih kemampuan fisik, mental, spiritual, dan kerja sama tim.
Rangkaian Diklatsar diisi dengan kegiatan long march, snappelling (turun tebing menggunakan tali), group bivouac (membangun tempat perlindungan sementara secara berkelompok), penyeberangan basah, serta fun games teamwork. Melalui aktivitas tersebut, santri dilatih untuk menghadapi tantangan, mengelola rasa takut, membangun kepercayaan diri, serta belajar bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan setiap tugas.
Selain kegiatan fisik, Diklatsar juga memberikan ruang bagi penguatan spiritual melalui tadabbur alam, sense of death, solo bivouac, dan muhasabah.
Melalui tadabbur alam, para santri diajak merenungi kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya. Sementara itu, kegiatan sense of death menjadi pengingat tentang hakikat kehidupan dan kematian, sekaligus mengajak santri untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan bekal terbaik dalam menjalani kehidupan.
Pengalaman solo bivouac, yaitu bermalam secara mandiri di alam terbuka dengan pengawasan panitia, menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemandirian, serta kemampuan mengendalikan diri. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada santri untuk lebih mengenal dirinya dan membangun kedekatan dengan Allah SWT.
Rangkaian pembinaan spiritual kemudian diperkuat melalui muhasabah, sebagai momentum untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki niat, serta menumbuhkan kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan di pesantren.
Sebagai penutup, dilaksanakan upacara pelantikan santri APW Angkatan 45. Prosesi ini menjadi simbol kesiapan santri untuk melanjutkan tahapan pendidikan berikutnya dengan semangat, komitmen, dan tanggung jawab yang lebih kuat.
Melalui pelaksanaan Diklatsar ini, diharapkan para santri tidak hanya memiliki ketahanan fisik dan mental, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam pendidikan Akhlak Plus Wirausaha, yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan kewirausahaan, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang jujur, amanah, tangguh, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Diklatsar APW 45 menjadi langkah pembentukan karakter, mengajarkan bahwa ketangguhan bukan sekadar kemampuan menghadapi kesulitan, melainkan juga kesanggupan untuk tetap menjaga akhlak, saling menguatkan, dan senantiasa bergantung kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.










