Baitul Quran DT Gelar Kajian dan Mabit Qurani, Perkuat Semangat Istiqomah Santri
Bandung — Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia menggelar Kajian dan Mabit Qurani pada Sabtu–Ahad, 22–23 Agustus 2026, di Lantai Utama Masjid Daarut Tauhiid Bandung. Mengangkat tema “Menjaga Nyala Niat, Menguatkan Langkah Istiqomah”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan santri untuk memperkuat semangat dalam menjaga hafalan, memperbaiki niat, serta meningkatkan kedekatan dengan Al Quran.
Kegiatan tersebut diikuti para santri Baitul Quran DT melalui rangkaian pembinaan yang memadukan kajian, tasmi’ Al Quran, qiyamul lail, murojaah, dan refleksi bersama. Suasana malam yang tenang dan khidmat menjadi momentum bagi para santri untuk kembali menata hati serta menguatkan komitmen dalam perjalanan bersama Al Quran.
Kajian menghadirkan Ustadz Sandy Legia, Lc. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa perjalanan seorang penghafal Al Quran tidak berhenti ketika target hafalan telah tercapai. Justru, hafalan yang telah diperoleh menjadi amanah yang harus terus dijaga melalui kesungguhan dan istiqomah.
“Bukan berapa banyak hafalan yang mampu kita hafal sekali duduk, tapi berapa lama kita membersamai hafalan itu,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para santri agar tidak berhenti di tengah perjalanan dalam menjaga kedekatan dengan Al Quran.
“Jangan sampai jadi mantan; mantan penghafal Al Quran,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjadi penghafal Al Quran bukan hanya tentang kemampuan menambah jumlah hafalan, tetapi juga tentang kesungguhan untuk terus menjaga, mengulang, dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kajian, kegiatan dilanjutkan dengan Tasmi’ Al Quran QS. Al-Maidah ayat 51–82 yang dibawakan oleh Akhuna M. Nabil A. Para santri kemudian mengikuti Qiyamul Lail Juz 13–14 bersama Ustadz Dadan H., Al-Hafidz, dan Ustadz Aliyan I., Hafizhahumallah.
Rangkaian ibadah malam tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Mabit Qurani. Para santri tidak hanya berkumpul untuk mengikuti agenda pembinaan, tetapi juga diajak menghadirkan Al Quran dalam suasana yang lebih dekat, tenang, dan penuh perenungan.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan serta menjadi penguat semangat untuk kembali menjaga hafalan.
“Kegiatan ini membuat kami kembali semangat untuk menjaga hafalan dan memperbaiki niat. Bukan hanya mengejar target, tapi bagaimana Al Quran tetap menjadi bagian dari keseharian,” ungkapnya.
Melalui Kajian dan Mabit Qurani ini, Baitul Quran DT terus berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan. Lebih dari itu, pembinaan diarahkan untuk menumbuhkan pribadi yang memiliki kecintaan terhadap Al Quran, kesungguhan dalam menjaganya, serta semangat istiqomah untuk terus membersamainya.
Harapannya, Al Quran tidak hanya tersimpan dalam hafalan para santri, tetapi juga hadir dalam sikap, akhlak, dan perjalanan hidup mereka. Dengan menjaga nyala niat dan menguatkan langkah istiqomah, para santri diharapkan mampu terus melangkah bersama Al Quran, bukan hanya selama berada di lingkungan pendidikan, tetapi sepanjang kehidupan mereka.
[ATS]

