Kisah inspiratif Pak Sholeh; salah satu orang tua santri Baitul Quran DT angkatan 22 yang menyempatkan setoran hafalan 1 Juz Al Quran sebelum pesiar bersama anaknya.
Ada pemandangan yang mungkin sederhana, tetapi menyimpan pesan yang dalam pada agenda Pesiar Santri Baitul Quran Daarut Tauhiid. Di tengah momen para santri bersiap bertemu keluarga, ada seorang ayah yang justru menyempatkan diri untuk setoran hafalan Al Quran sebanyak 1 juz sebelum menjemput dan menikmati waktu bersama putranya. Beliau adalah Sholeh Handiansyah (38 tahun), asal Tangerang Selatan, salah satu peserta program STQ Non Mukim Baitul Quran DT sekaligus ayah dari santri STQ Angkatan ke-22.
Kisah ini disampaikan langsung oleh Muhafidz beliau, “MasyaAllah, sebelum jemput anak pesiar, Ayahnya setoran dulu 1 juz. Alhamdulillah, Pak Sholeh sudah bergabung di STQ NM, anaknya STQ Angkatan 22.” Sebuah pemandangan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya sangat bermakna. Sebab di saat sebagian orang tua mungkin sibuk menyiapkan keperluan untuk menjemput anak, beliau justru menunjukkan bahwa menjadi orang tua santri bukan berarti berhenti belajar Al Quran. Bahkan, perjalanan anaknya menghafal Al Quran seolah menjadi pengingat bagi dirinya untuk ikut mendekat kepada Al Quran.
Bukankah pendidikan terbaik bagi anak bukan hanya tentang apa yang kita perintahkan, tetapi juga tentang apa yang mereka lihat dari orang tuanya? Seorang ayah yang berusaha menghafal, murojaah, dan menjaga kedekatannya dengan Al Quran sedang memberikan teladan yang jauh lebih kuat daripada sekadar nasihat. Sang anak mungkin belum mampu memahami seluruh perjuangan ayahnya hari ini. Namun suatu saat, ia akan mengerti bahwa ketika dirinya sedang ditempa menjadi penghafal Al Quran di pesantren, ayahnya pun sedang berjuang menempuh jalan yang sama.
MasyaAllah, semoga kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua: jangan hanya menginginkan anak menjadi dekat dengan Al Quran, tetapi mari kita ikut mendekat kepada Al Quran. Sebab bisa jadi, langkah anak menuju Kalamullah adalah jalan yang Allah bukakan agar orang tuanya ikut berubah. Dan semoga dari Baitul Quran DT lahir keluarga-keluarga yang tidak hanya memiliki anak-anak pecinta Al Quran, tetapi juga ayah dan bunda yang bersama-sama menjadikan Al Quran sebagai bagian dari kehidupan. [ATS]

