Share

Jika Hari Ini Adalah Kesempatan Terakhir, Apa yang Akan Kita Perbaiki?

Pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:

“Jika hari ini adalah kesempatan terakhir yang Allah SWT berikan kepada saya, apa yang ingin saya perbaiki?”

Mungkin kita akan terdiam.

Ada hubungan yang ingin diperbaiki. Ada orang tua yang ingin lebih sering dikunjungi. Ada pasangan dan anak yang ingin lebih banyak diberi perhatian. Ada kesalahan yang ingin dimintai maaf. Ada ibadah yang ingin dibenahi. Ada kebaikan yang selama ini hanya menjadi rencana.

Kita sering menjalani hidup seolah-olah masih memiliki banyak waktu. Padahal, tidak seorang pun mengetahui kapan kesempatan itu berakhir.

Allah SWT berfirman:

“Dan setiap umat mempunyai ajal. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”
(QS. Al-A’raf: 34)

Kita mungkin tidak tahu kapan batas kehidupan itu datang. Namun selama Allah masih memberikan waktu, kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Jangan Menunggu Kehilangan

Sering kali kita baru menyadari betapa berharganya seseorang setelah kehilangan.

Ketika orang tua masih ada, kita merasa masih punya banyak waktu untuk menelepon dan berkunjung. Ketika anak masih kecil, kita merasa masih banyak kesempatan untuk bermain dan mendampinginya. Ketika pasangan selalu berada di sisi kita, kehadirannya terkadang terasa biasa karena telah menjadi bagian dari keseharian.

Padahal, “nanti” bukanlah sesuatu yang bisa kita pastikan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Al-Hakim)

Hadis ini mengajarkan kita untuk tidak menunda kebaikan.

Jangan menunggu tua untuk memperbaiki diri. Jangan menunggu kehilangan untuk mengungkapkan kasih sayang. Jangan menunggu sakit untuk kembali mendekat kepada Allah. Dan jangan menunggu penghujung kehidupan untuk mempersiapkan bekal akhirat.

Husnul Khatimah Dimulai dari Kehidupan Hari Ini

Husnul khatimah adalah harapan setiap muslim. Namun, harapan tersebut perlu disertai ikhtiar.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengingatkan kita untuk melihat kembali apa yang telah kita lakukan dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang akan datang.

Karena itu, mempersiapkan husnul khatimah bukan hanya tentang memikirkan apa yang terjadi ketika ajal tiba. Lebih jauh, ia adalah tentang bagaimana kita menjalani kehidupan sebelum ajal itu datang.

Memperbaiki salat. Mendekat kepada Al-Qur’an. Memperbanyak amal saleh. Meminta maaf dan memaafkan. Menyelesaikan amanah. Memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama.

Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi justru dari sanalah ikhtiar menuju akhir yang baik dimulai.

Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, orang yang mempersiapkan kematian bukanlah orang yang sedang berhenti menjalani kehidupan. Justru ia sedang belajar menjalani kehidupan dengan lebih sadar.

Ketika kita menyadari bahwa waktu memiliki batas, kita akan lebih menghargai orang-orang yang Allah hadirkan dalam hidup kita, lebih berhati-hati dalam berbicara, lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan lebih ringan dalam melakukan kebaikan.

Mempersiapkan Akhir Kehidupan

Ada satu hal lain yang sering terlupakan.

Kita begitu serius mempersiapkan masa depan keluarga. Pendidikan anak, rumah, tabungan, pekerjaan, hingga berbagai kebutuhan kehidupan kita pikirkan dengan matang.

Namun, sudahkah kita mempersiapkan sesuatu yang akan membantu keluarga ketika suatu saat harus menghadapi kehilangan?

Mempersiapkan akhir kehidupan bukan berarti mengharapkan kematian. Ini adalah bentuk ikhtiar dan kasih sayang.

Sebab ketika waktunya tiba, keluarga tidak hanya membutuhkan kekuatan untuk menerima kehilangan, tetapi juga membutuhkan kesiapan agar berbagai hal dapat dihadapi dengan lebih tenang dan terarah.

Pada akhirnya, kita memang tidak dapat menentukan kapan perjalanan hidup ini berakhir.

Tetapi kita masih dapat menentukan bagaimana kita menggunakan waktu yang tersisa.


Daarut Tauhiid Memorial Park

Persiapan husnul khatimah dapat dimulai dari hari ini, baik dengan memperbaiki hubungan kepada Allah, memperbaiki hubungan dengan sesama, maupun mempersiapkan berbagai kebutuhan akhir kehidupan dengan lebih baik.

Daarut Tauhiid Memorial Park (DTMP) hadir sebagai salah satu bagian dari ikhtiar tersebut.

Bagi Bapak/Ibu yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Program Husnul Khatimah, dapat berkonsultasi bersama tim DTMP.

📱 0821-2660-5055

Jika hari ini adalah kesempatan terakhir, apa yang akan kita perbaiki?

Jangan menunggu kesempatan terakhir untuk melakukan kebaikan.

Mulailah hari ini.

Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak amal, menyelesaikan amanah, dan menjemput akhir kehidupan dalam keadaan yang Allah ridai.

Aamiin.

X