Baitul Quran DT Resmi Terima SK Satuan Pendidikan Muadalah, Perkuat Ikhtiar Mencetak Generasi Qurani
Jakarta — Alhamdulillah, satu langkah penting kembali ditorehkan oleh Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia.
Pada Rabu, 24 Juni 2026, telah dilaksanakan penandatanganan Pakta Integritas dan pengambilan Salinan Surat Keputusan (SK) Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) di Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta.
Dengan diterimanya SK tersebut, Baitul Quran resmi menyelenggarakan SPM jenjang Wustha (SMP) dan Ulya (SMA), sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan pesantren yang diakui dalam Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., menyampaikan bahwa SPM dan PDF merupakan bagian penting dalam pembangunan pendidikan nasional.
Tahun ini, sekitar 230 izin operasional SPM/PDF diterbitkan sebagai upaya menghadirkan kesetaraan antara satuan pendidikan pesantren dan pendidikan umum. Beliau menegaskan bahwa ke depan seluruh satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama diharapkan memiliki standar proses, mutu lulusan, serta kualitas layanan yang setara dengan pendidikan umum, bahkan akan melalui proses akreditasi oleh BAN PDM agar lulusannya memperoleh pengakuan yang sama dalam sistem pendidikan nasional.
Senada dengan hal tersebut, Kasubdit SPM dan PDF Kementerian Agama RI, Dr. H. Endi Suhendi Zen, M.A., menegaskan bahwa pesantren harus terus menghadirkan manfaat yang luas sebagai lembaga pendidikan yang rahmatan lil ‘alamin.
Menurut beliau, tidak sedikit pesantren yang telah mencatatkan prestasi melampaui satuan pendidikan umum, meskipun masih menghadapi tantangan pada aspek sarana dan prasarana. Karena itu, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan fasilitas dan kapasitas sumber daya manusia pesantren agar mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Bagi Baitul Quran Daarut Tauhiid Indonesia, hadirnya SPM Wustha dan Ulya bukan sekedar pengakuan administratif, melainkan amanah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan Qurani. Langkah ini semakin mengokohkan komitmen Baitul Quran dalam mencetak generasi penghafal Al Quran yang memiliki kompetensi akademik, berakhlak mulia, serta siap memberikan manfaat bagi agama, umat, dan bangsa. Dengan sistem pendidikan yang semakin kuat, para santri diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang unggul, baik dalam ilmu syar’i maupun wawasan kebangsaan.
Bagi Ayah Bunda yang sedang mencari lingkungan terbaik bagi putra tercinta untuk belajar, menghafal Al Quran, sekaligus memperoleh pendidikan yang diakui negara, Penerimaan Santri Baru Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia Tahun Ajaran 2026/2027 masih dibuka. Mari bersama menyiapkan generasi penjaga Al Quran yang kelak menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan negeri. Semoga Allah Ta’ala memudahkan setiap langkah kita dalam melahirkan generasi Qurani terbaik. Aamiin. [ATS]

