Pendidikan Masa Depan: Pendidikan Transformatif Berbasis Akar Rumput Dalam Menilai Manajemen Risiko Melalui Riset Komprehensif
Oleh : Mochamad Ginanjar Riana
Tutor PKBM Daarut Tauhiid
Di era disrupsi saat ini melihat pendidikan menjadi semakin inklusif, kritik ini di dasarkan data bahwa seharusnya perkembangan dan ekslusivitas pendidikan seharusnya makin menguat. Pendidikan saat ini lebih bersifat inklusif dan memiliki reduksi yang jelas melalui jenjang maupun sekolah, lebih lanjut perhatian pemerintah terhadap pendidikan dinilai perlu ada penguatan perspektif dari penggiat pendidikan itu sendiri. Membentuk paradigma “peluang dan tantangan” bukan lagi “trial dan error” secara kritis kita bukan lagi sedang mem promosikan pendidikan itu sendiri lebih tepatnya membangun pendidikan secara bersama-sama melalui kolaboratif dan gotong royong berbasis akar rumput.
Dari riset menjadi aset, saat ini percaya tidak percaya riset menjadi titik temu untuk meng implikasikan cita-cita kita bersama, mulai dari melihat peluang dari sisi hipotesis yang terbentuk sampai dengan bagaimana implikasi riset itu bisa terlaksana juga koridor kebijakan untuk memberikan advokasi kebijakan terhadap pemerintah. Studi kasus membawa kita memahami bahwa ada lembaga pendidikan yang cukup peduli dengan pendidikan dalam hal ini Sekolah Erudio Indonesia ternyata sudah reflektif membaca peluang melalui pemberian rekomendasi topik riset, tujuan nya mulia yaitu mengembangkan pendidikan Indonesia agar memberikan manfaat luas dan berkeadilan. Sekolah Erudio Indonesia menemukan hipotesis aktual melalui pola “ekosistem” dalam hal praktik pendidikan Indonesia, menekankan bahwa pendidikan bukan hanya masuk ke kelas namun memperhatikan behaviouristic aspect yang jelas dari peserta didik. Lebih lanjut behaviouristic aspect ini menarik untuk dikaji lebih lanjut bahwa ter identifikasi bahwa pengembangan potensi peserta didik dapat ter optimalisasi apabila aspek ekosistem disini memperhatikan keunikan individu bukan hanya pragmatis, sehingga lingkungan sekolah di arahkan dapat memfasilitasi kebutuhan peserta didik dalam keunikan masing-masing sebagai manusia yang “sedang dididik”.
Lebih lanjut Sekolah Erudio Indonesia mengusulkan empat model konseptual paling fundamental dalam 20 tahun praktik yaitu relational learning ecosystem, reciprocal relational coaching, adaptive human developement framework, erudio adaptive learning architecture, sebagai akademisi kita dapat menapung empat model tersebut untuk dikembangkan secara konstruktif sehingga menghasilkan pola tertentu atau sebuah model inovasi? Lalu bagaimana riset bisa terbentuk menjadi aset? Pertanyaan ini bisa terjawab dan menjadi jawaban permasalahan pendidikan Indonesia di masa depan.
Melalui Webinar ini kita belajar bahwa kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci untuk dapat berhasil, Erudio pun mengakui keterbatasan nya melalui bagaimana masih sebagai praktik, belum menjadi model, belum tervalidasi secara empiris, serta belum terhubung dengan diskursus global. Kami menilai transformasi pendidikan sudah menjadi kebutuhan yang sangat urgent untuk segera di replikasi dan di implikasi. Akar rumput menjadi metode dan konteks nyata untuk mengumpulkan gagasan-gagasan komprehensif yang dapat dikembangkan menjadi model atau pola khusus dalam transformasi pendidikan di Indonesia. Pendidikan seharusnya mejadi komponen utama apabila cita-cita Indonesia menjadi negara maju di era disrupsi untuk menyerap generasi emas di 2045. Sementara ini praktik manajemen risiko menjadi strategis melalui akar rumput melalui riset komprehensi. Erudio memberikan pengalaman berbasis praktik dan mengajak kita untuk dapat membantu dan mengembangkan model pendidikan masa depan yang berkemajuan menjadi salah satu penyemangat dalam mendukung pembangunan bangsa. Erudio seperti berteriak untuk mengajak semua praktisi pendidikan untuk memberikan gagasan nyata dan pengembangan pendidikan berbasis karakteristik, bahwa pendidikan bukan hanya kurikulum yang mengatur namun disrupsi sudah sepantasnya membuka mata kita bahwa pendidikan masa depan adalah pengembangan model pendidikan berbasis karakteristik dalam memaksimalkan potensi, hal ini kompleks dan perlu difahami bahwa bukan hanya erudio saja namun apabila model ini terselenggara di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, permasalah riil pendidikan dapat ter identifikasi, kedepan nya pendidikan bukan hanya sekolah dan kurikulum namun membangun potensi anak sesuai karakteristik personal dan sesuai kebutuhan pada geografis wilayah.
Di akhir kami menjelaskan CIAL’S UPI memiliki potensi untuk berkembang menjadi lembaga strategis dan aktif mengumpulkan praktisi-praktisi pendidikan dalam rangka menyumbang gagasan dan penekanan sebagai lembaga akademis berbasis riset. Manajemen risiko disini di definisikan sebagai sebuah pendekatan untuk menilai kebutuhan bagi transformasi pendidikan yang bernilai unik, melalui akar rumput, pendekatan strategis berbasis riset, konsistensi nyata dalam bekerja maka bukan tidak mungkin memperoleh akan mendapat banyak insight dan masukan dari applied research yang dilaksanakan di Indonesia. Disini kita memahami bahwa keunikan-keunikan pendidikan menjadi sangat penting dan pendidikan tidak dapat diseragamkan namun berbasis keunikan geografis/wilayah, dengan konsistensi riset dan implikasi nyata kita yakin pendidikan masa depan kita akan menjadi cerah.
“Menjadi refleksi apakah kita hanya ingin menjadi penonton saja atau kah ingin menjadi bagian sejarah bagi transformasi dan kemajuan pendidikan masa depan di Indonesia? Itulah semangat yang semestinya di tumbuhkan”

