Share

Sengaja Menunda Shalat, Lama-Lama Terbiasa Meninggalkannya

Awalnya mungkin hanya berkata, “Nanti saja, masih ada waktu.” Lalu adzan berlalu, pekerjaan dilanjutkan, scrolling diteruskan, dan shalat pun semakin mundur.

Sekali mungkin terasa biasa. Tetapi jika terus diulang, hati bisa terbiasa menunda sesuatu yang seharusnya menjadi prioritas. Padahal shalat bukan hanya aktivitas yang bisa dikerjakan ketika kita sudah selesai dengan urusan dunia. Shalat adalah kewajiban yang memiliki waktu dan harus dijaga.

Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.” (QS. An-Nisa: 103)

Artinya, ada waktu-waktu yang telah Allah tetapkan untuk menunaikan shalat. Karena itu, membiasakan diri menunda tanpa alasan yang dibenarkan bukan perkara sepele. Semakin sering kita berkata “sebentar lagi”, semakin mudah hati menganggap shalat sebagai sesuatu yang bisa ditaruh belakangan.

Rasulullah ﷺ bahkan menjadikan menjaga shalat pada waktunya sebagai salah satu amal yang paling dicintai Allah. Ketika Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bertanya tentang amalan yang paling dicintai Allah, beliau ﷺ menjawab,


الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا
“Shalat pada waktunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka, jangan tunggu sampai hati benar-benar merasa berat untuk shalat. Ketika adzan terdengar, biasakan segera meninggalkan kesibukan dan memenuhi panggilan Allah. Jika ada pekerjaan yang bisa ditunda, tunda pekerjaan itu. Jangan justru shalat yang selalu ditunda.

Sebab kebiasaan kecil yang terus diulang bisa membentuk karakter. Hari ini menunda shalat, besok menunda lagi, lusa mulai terlambat, hingga akhirnya hati terbiasa meninggalkannya.

Jangan sampai sesuatu yang awalnya hanya “sebentar lagi” berubah menjadi “nanti saja”, lalu berakhir dengan tidak dikerjakan sama sekali. Mari jaga shalat sebelum kita kehilangan kepekaan terhadapnya. Karena ketika hati sudah terbiasa menjaga shalat, insyaAllah kita akan merasa ada yang kurang ketika belum menunaikannya.

__

Menumbuhkan Generasi Ahli Shalat dan Dekat dengan Al Quran.

Ingin menyiapkan putra-putri yang tidak hanya hafal Al Quran, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang ahli shalat, mencintai Al Quran, dan berakhlak Qurani? Yuk, bergabung bersama Baitul Quran Daarut Tauhiid (BQ DT).

Di Baitul Quran Daarut Tauhiid (BQ DT), para santri tidak hanya dibimbing untuk menghafal Al Quran, tetapi juga dibina akhlaknya, diperkuat adabnya, serta dipersiapkan menjadi generasi Qurani yang siap menghadapi tantangan zaman.

Penerimaan Santri Baru (PSB) Baitul Quran Daarut Tauhiid Tahun Ajaran 2027/2028 Telah Dibuka.

Selain fokus pada program Tahfidz Al Quran, lulusan Baitul Quran DT juga memperoleh ijazah resmi sesuai jenjang pendidikan serta Sertifikasi Tahfidz Al Quran dari Kementerian Agama RI, yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi, jalur beasiswa tahfidz, maupun berbagai kebutuhan administrasi akademik lainnya.


X