Share

Wisuda PMK Angkatan 76: Menguatkan Istiqamah dan Semangat Menuntut Ilmu di Usia Keemasan

BANDUNG – Pesantren Daarut Tauhiid menyelenggarakan Wisuda Pesantren Masa Keemasan (PMK) Angkatan 76 pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penuh makna bagi para santri setelah menyelesaikan program pendidikan selama 40 hari yang berfokus pada pendalaman ilmu agama, pembinaan akhlak, peningkatan kualitas ibadah, serta penguatan nilai-nilai Manajemen Qolbu.

Wisuda ini bukan sekadar seremoni berakhirnya masa pendidikan, melainkan menjadi wujud rasa syukur atas kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki diri di usia keemasan. Melalui program PMK, para santri diajak memaknai masa kehidupan sebagai kesempatan berharga untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rangkaian kegiatan wisuda diawali dengan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan santri. Melalui kesempatan tersebut, santri berbagi pengalaman, pembelajaran, serta kesan selama menjalani kehidupan pesantren. Kebersamaan yang terbangun selama 40 hari menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang memberikan pengalaman bermakna bagi para peserta.

Suasana penuh kehangatan semakin terasa melalui penayangan video dokumentasi perjalanan santri selama mengikuti program. Berbagai aktivitas, mulai dari kajian keislaman, pembiasaan ibadah, halaqah, hingga kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi kenangan sekaligus pengingat atas proses pembelajaran yang telah dilalui.

Tausyiah KH. Abdullah Gymnastiar: Menjaga Semangat Perbaikan Diri

Salah satu agenda utama dalam wisuda PMK Angkatan 76 adalah tausyiah yang disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid.

Kehadiran Aa Gym menjadi bagian penting dalam rangkaian wisuda sebagai penguatan spiritual bagi para santri yang akan kembali menjalani aktivitas bersama keluarga dan masyarakat.

Melalui momentum tausyiah tersebut, para santri diajak untuk terus menjaga semangat memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT, serta menjadikan ilmu yang diperoleh selama di pesantren sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai istiqamah menjadi salah satu aspek penting dalam keberlanjutan proses pendidikan. Sebab, keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya terlihat dari banyaknya pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga dari kesungguhan untuk mengamalkan dan mempertahankan kebiasaan baik secara konsisten.

Bagi para santri PMK, masa keemasan menjadi kesempatan untuk semakin memperbanyak amal saleh, memperbaiki kualitas ibadah, serta memberikan keteladanan bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Menuntut Ilmu sebagai Perjalanan Sepanjang Hayat

Program Pesantren Masa Keemasan merupakan salah satu bentuk pendidikan Islam yang memberikan kesempatan bagi masyarakat usia 45 tahun ke atas untuk memperdalam pemahaman agama dan memperkuat kualitas spiritual.

Melalui pembelajaran akidah, fikih, akhlak, Manajemen Qolbu, serta pembiasaan ibadah, santri memperoleh ruang untuk memperbaiki pemahaman dan praktik keagamaan sekaligus membangun lingkungan yang mendukung proses perubahan diri.

Semangat menuntut ilmu pada usia keemasan mencerminkan bahwa pendidikan tidak dibatasi oleh usia. Setiap fase kehidupan memberikan kesempatan untuk bertumbuh, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan setiap orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok.

Melalui Wisuda PMK Angkatan 76, diharapkan para alumni mampu mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama mengikuti pendidikan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadi teladan dalam keluarga dan masyarakat.

Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari komitmen untuk terus istiqamah dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga setiap ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, setiap amal menjadi jalan keberkahan, dan setiap langkah perbaikan diri menjadi bekal menuju akhir kehidupan yang husnul khatimah.

X