Mengenal Kitab Ta’limul Muta’allim dan Adab Menuntut Ilmu
Di pesantren, belajar tidak hanya berfokus pada banyaknya hafalan atau luasnya pengetahuan. Sejak awal, para santri diajarkan bahwa adab adalah pintu utama menuju keberkahan ilmu. Sebab, ilmu yang dipelajari tanpa adab dikhawatirkan tidak memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Salah satu kitab yang secara khusus membahas adab dalam menuntut ilmu adalah Kitab Ta’limul Muta’allim Thariq at-Ta’allum karya Imam Burhanuddin Az-Zarnuji. Hingga saat ini, kitab tersebut masih dipelajari di banyak pesantren karena nasihat-nasihatnya tetap relevan bagi setiap penuntut ilmu.
Apa Itu Kitab Ta’limul Muta’allim?
Ta’limul Muta’allim merupakan kitab klasik yang membahas etika, adab, dan metode menuntut ilmu menurut perspektif Islam. Kitab ini disusun oleh Imam Burhanuddin Az-Zarnuji, seorang ulama yang dikenal karena perhatiannya terhadap pendidikan Islam.
Berbeda dengan kitab fikih yang membahas hukum-hukum syariat, kitab ini lebih menitikberatkan pada bagaimana seorang penuntut ilmu membentuk akhlak, meluruskan niat, menghormati guru, serta menjaga kesungguhan dalam belajar.
Mengapa Kitab Ini Penting Dipelajari?
Imam Az-Zarnuji menjelaskan bahwa banyak orang bersungguh-sungguh mencari ilmu, tetapi tidak sedikit yang kehilangan keberkahannya karena mengabaikan adab.
Hal ini sejalan dengan perkataan sahabat Nabi ﷺ, Abdullah bin Mubarak رحمه الله:
“Kami mempelajari adab selama tiga puluh tahun, sedangkan ilmu kami pelajari selama dua puluh tahun.”
(Diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al-Jami’ li Akhlaq ar-Rawi wa Adab as-Sami’)
Perkataan ini menunjukkan bahwa para ulama salaf memberikan perhatian yang sangat besar terhadap adab sebelum memperdalam ilmu.
Adab Menuntut Ilmu dalam Kitab Ta’limul Muta’allim
1. Meluruskan Niat
Menuntut ilmu hendaknya dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk memperoleh pujian, kedudukan, ataupun keuntungan dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
Karena itu, niat menjadi fondasi utama dalam perjalanan seorang penuntut ilmu.
2. Menghormati Guru
Dalam Ta’limul Muta’allim, Imam Az-Zarnuji menegaskan bahwa menghormati guru merupakan sebab datangnya keberkahan ilmu. Bentuk penghormatan tersebut antara lain mendengarkan dengan saksama, tidak memotong pembicaraan, menjaga sopan santun, serta mendoakan guru.
Imam Syafi’i رحمه الله pernah berkata:
“Aku membalik lembaran kitab di hadapan guruku dengan sangat pelan agar tidak mengganggunya.”
Perkataan ini menggambarkan betapa besarnya penghormatan para ulama kepada guru mereka.
3. Bersungguh-sungguh dan Sabar
Menuntut ilmu membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketekunan. Tidak ada ilmu yang dapat diraih dengan kemalasan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabut: 69)
Ayat ini menjadi motivasi bagi setiap penuntut ilmu agar terus berusaha dan tidak mudah menyerah.
4. Memilih Teman yang Baik
Lingkungan sangat memengaruhi semangat belajar dan akhlak seseorang. Oleh karena itu, Imam Az-Zarnuji menganjurkan agar penuntut ilmu memilih teman yang rajin, saleh, dan memiliki semangat dalam belajar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat dengan siapa ia berteman.”
(HR. Abu Dawud no. 4833 dan At-Tirmidzi no. 2378)
5. Mengamalkan Ilmu
Tujuan akhir dari menuntut ilmu bukan sekadar mengetahui, tetapi juga mengamalkannya.
Allah Ta’ala berfirman:
“…Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”
(QS. Ash-Shaff: 2–3)
Ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya dan membawa keberkahan, sedangkan ilmu yang tidak diamalkan dapat menjadi hujah atas pemiliknya.
Hikmah Mempelajari Ta’limul Muta’allim
Di era digital, ilmu sangat mudah diakses melalui internet maupun media sosial. Namun, kemudahan tersebut tidak boleh membuat kita melupakan adab dalam belajar.
Kitab Ta’limul Muta’allim mengajarkan bahwa keberhasilan seorang penuntut ilmu bukan hanya diukur dari banyaknya pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga dari keikhlasan niat, penghormatan kepada guru, kesungguhan belajar, serta pengamalan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai inilah yang terus dijaga dan diwariskan di lingkungan pesantren hingga saat ini.
Kitab Ta’limul Muta’allim menjadi salah satu kitab kuning yang penting dipelajari oleh setiap penuntut ilmu. Melalui kitab ini, kita belajar bahwa adab adalah kunci keberkahan ilmu.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang diberi ilmu yang bermanfaat, hati yang ikhlas, serta kemampuan untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu tanpa adab bagaikan api tanpa kayu bakar, sedangkan adab tanpa ilmu bagaikan ruh tanpa jasad.”
— Hikmah yang masyhur di kalangan ulama
Penerimaan Santri Baru PDF Daarut Tauhiid Masih Dibuka!
Mari belajar ilmu agama dalam lingkungan pesantren yang membentuk akhlak dan adab..
Informasi & Pendaftaran: 0822-9896-9329

