Share

Tahukah Kamu? Ada Satu Surat yang Setiap Ayatnya Menyebut Nama Allah

Tahukah kamu? Ada satu surat dalam Al Quran yang memiliki keunikan luar biasa: setiap ayatnya menyebut lafaz Allah.

Surat tersebut adalah Surat Al-Mujadilah, surat ke-58 yang terdiri dari 22 ayat. Dari awal hingga akhir, nama Allah disebutkan di setiap ayatnya. Keunikan ini seakan menjadi pesan yang sangat indah: dalam setiap persoalan kehidupan, jangan pernah merasa jauh dari Allah. Bahkan ketika manusia sedang menghadapi masalah yang rumit, Allah tetap dekat, mendengar, dan mengetahui semuanya.

Menariknya, Surat Al-Mujadilah turun berawal dari sebuah persoalan rumah tangga. Khawlah binti Tha’labah datang mengadukan suaminya, Aus bin Ash-Shamit, kepada Rasulullah ﷺ setelah suaminya melakukan zhihar, yaitu ucapan yang menyamakan istrinya dengan ibunya. Khawlah mengadukan persoalannya kepada Rasulullah ﷺ dan memohon jalan keluar.

Aisyah radhiyallahu ‘anha bahkan mengatakan bahwa ia tidak mendengar seluruh percakapan tersebut, tetapi Allah mendengarnya dengan sempurna. Maka turunlah ayat pertama:

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا
“Sungguh, Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya…”
(QS. Al-Mujadilah: 1).

Kisah ini disebutkan dalam riwayat yang dinukil oleh para ahli tafsir, termasuk Ibn Katsir.

Dari sini kita belajar sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan. Tidak ada keluhan yang terlalu kecil untuk didengar Allah. Tidak ada masalah rumah tangga, persoalan pekerjaan, kegelisahan seorang anak, kesedihan seorang ibu, atau doa yang hanya terucap lirih yang luput dari pendengaran-Nya. Khawlah datang membawa persoalan yang mungkin dianggap sangat pribadi, tetapi Allah mengabadikan kisahnya dalam Al Quran. Bahkan setelah kisah itu, surat ini berbicara tentang berbagai persoalan kehidupan: adab dalam majelis, bisikan dan pembicaraan rahasia, ketaatan, hingga sikap terhadap orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya.

Keunikan Surat Al-Mujadilah bukan hanya pada lafaz Allah yang hadir di setiap ayat, tetapi juga pada pesan yang terasa sangat relevan: di mana pun kita berada, Allah mengetahui. Saat kita berbicara pelan, Allah mendengar. Saat kita menyimpan masalah sendiri, Allah tahu. Saat manusia tidak memahami keadaan kita, Allah memahami seluruhnya. Maka jangan merasa sendirian ketika menghadapi kehidupan. Jadikan setiap persoalan sebagai alasan untuk semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh dari-Nya. Sebab sejak ayat pertama surat ini, Allah seakan mengingatkan kita: “Aku mendengar.”

Menariknya, surat ini juga menjadi pengingat bagi kita yang sedang belajar dan menghafal Al Quran. Jika setiap ayat dalam Al-Mujadilah membawa nama Allah, maka ketika kita membacanya, kita sedang diingatkan berkali-kali bahwa kehidupan kita selalu berada dalam pengawasan dan pengetahuan-Nya. [ATS]


Ingin lebih dekat dengan Al Quran dan membangun kebiasaan hidup bersama Kalamullah?

Yuk, bergabung bersama Baitul Quran (BQ) Pesantren Daarut Tauhiid Indonesia. Melalui pendidikan pesantren yang memadukan Tahfidz Al Quran, pembinaan ibadah, adab, dan karakter Qurani, BQ DT berikhtiar menumbuhkan generasi yang tidak hanya hafal Al Quran, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam kehidupan.

Penerimaan Santri Baru (PSB) Baitul Quran Daarut Tauhiid Tahun Ajaran 2027/2028 Telah Dibuka.

Selain fokus pada program Tahfidz Al Quran, lulusan Baitul Quran DT juga memperoleh ijazah resmi sesuai jenjang pendidikan serta Sertifikasi Tahfidz Al Quran dari Kementerian Agama RI, yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi, jalur beasiswa tahfidz, maupun berbagai kebutuhan administrasi akademik lainnya.
Informasi & Pendaftaran: 0878-2502-2225
Website: baitulqurandt.org/pendaftaran

X