Cara Agar Tetap Istiqomah
“Kapan Ya Aku Bisa Seperti Itu..?”
Kadang kita melihat orang lain begitu istiqomah dalam ibadahnya. Shalatnya terjaga, tilawahnya rutin, akhlaknya indah, dan langkahnya selalu dekat dengan kebaikan. Lalu hati kecil kita berkata, “Kapan ya aku bisa seperti itu?”
Rasa cemburu seperti ini bukan sesuatu yang buruk. Justru itu tanda bahwa hati kita masih hidup. Karena orang yang hatinya mati tidak akan merasa iri kepada kebaikan, melainkan hanya sibuk mengejar dunia dan hawa nafsunya sendiri.
Masalahnya, sering kali kita tahu mana yang baik, tapi masih kalah oleh rasa malas, rebahan, scrolling tidak jelas, atau keinginan-keinginan yang menjauhkan dari Allah.
Padahal Allah ﷻ sudah mengingatkan:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Rabb-nya dan mampu menahan dirinya dari hawa nafsu, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40–41).
Melawan hawa nafsu memang tidak mudah. Tapi justru di situlah letak perjuangan seorang hamba.
Kalau ingin mulai belajar istiqomah, coba mulai dari langkah-langkah kecil ini:
- Jaga shalat tepat waktu, walau masih belum sempurna.
- Biasakan membaca Al Quran setiap hari, meski hanya beberapa ayat.
- Kurangi hal-hal yang melalaikan dan terlalu banyak menghabiskan waktu.
- Cari lingkungan dan teman yang mengingatkan kepada Allah.
- Jangan tunggu semangat datang, biasakan tetap beribadah walau sedang malas.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling Allah cintai adalah yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Istiqomah bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang terus bertahan di jalan kebaikan.
Jadi kalau hari ini kita masih sering kalah oleh hawa nafsu, jangan menyerah. Bisa jadi, rasa cemburu kepada orang-orang shalih itu adalah cara Allah mengetuk hati kita untuk mulai kembali kepada-Nya. [ATS]

