Hindari Memarahi Anak di Dalam Masjid
Masjid adalah tempat ibadah yang seharusnya menghadirkan ketenangan. Namun, ketika membawa anak ke masjid, terkadang orang tua menghadapi situasi yang tidak mudah. Anak berlari, berbicara, atau bermain ketika jamaah sedang shalat. Dalam kondisi seperti ini, orang tua tentu perlu mengarahkan, tetapi sebisa mungkin hindari memarahi anak dengan keras di dalam masjid.
Anak-anak masih dalam tahap belajar mengenal adab dan suasana masjid. Mereka belum selalu mampu memahami bahwa suara dan aktivitas mereka dapat mengganggu orang lain. Karena itu, dibutuhkan kesabaran dan cara mendidik yang lembut.
Tegur dengan Lembut, Bukan dengan Bentakan
Ketika anak mulai mengganggu ketenangan jamaah, orang tua dapat menghampiri dan mengingatkannya dengan suara pelan. Jelaskan secara sederhana bahwa masjid adalah tempat untuk beribadah dan kita perlu menjaga ketenangan agar orang lain dapat beribadah dengan nyaman.
Teguran yang lembut akan lebih mudah diterima daripada bentakan atau kata-kata yang membuat anak merasa takut.
Rasulullah ﷺ merupakan teladan dalam memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih sayang. Beliau tidak menjadikan masjid sebagai tempat yang menakutkan bagi mereka.
Anak Sedang Belajar Mencintai Masjid
Tujuan membawa anak ke masjid bukan hanya agar ia mampu duduk diam, tetapi agar perlahan tumbuh rasa cinta kepada rumah Allah.
Jika setiap kali datang ke masjid anak justru mendapatkan bentakan dan kemarahan, bukan tidak mungkin ia menganggap masjid sebagai tempat yang tidak menyenangkan.
Sebaliknya, ketika orang tua memberikan pengalaman yang positif, mengenalkan adab dengan sabar, dan memberikan contoh yang baik, anak akan belajar bahwa masjid adalah tempat yang nyaman untuk mendekat kepada Allah.
Tegas Tetap Boleh, Tetapi Bijaksana
Menghindari bentakan bukan berarti membiarkan anak bebas melakukan apa saja. Orang tua tetap perlu memberikan batasan dan mengajarkan adab.
Jika anak terus mengganggu jamaah, orang tua dapat membawanya ke tempat yang lebih sesuai untuk menenangkan diri. Dengan demikian, hak jamaah untuk beribadah tetap terjaga, sementara anak pun tetap mendapatkan pendidikan dengan cara yang baik.
Mari jadikan masjid sebagai tempat yang dikenang anak dengan kebaikan.
Sebab, bisa jadi kenangan sederhana tentang datang ke masjid bersama orang tua hari ini menjadi awal tumbuhnya kecintaan kepada masjid hingga ia dewasa.
Wallahu a’lam bishawab.

